Aspek Niat Penggunaan


Menurut Fishben dan Ajzen dalam (Jazran, 2014) intensi memiliki empat aspek,
yaitu:
a. Perilaku (behavior), yaitu perilaku spesifik yang akan diwujudkan. Pada
konteks membeli produk fashion tiruan, perilaku khusus yang diwujudkan
merupakan bentuk perilaku membeli yaitu dengan membeli produk fashion
tiruan di toko yang jelas menjual produk fashion tiruan.
b. Sasaran (object), yaitu objek yang menjadi sasaran perilaku. Objek yang
menjadi sasaran dari perilaku spesifik dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu
orang atau objek tertentu (particular object), sekelompok orang atau objek (a
class of object), dan orang atau objek pada umumnya (any object). Pada
konteks membeli produk fashion tiruan, objek yang menjadi sasaran
munculnya perilaku dapat berupa tersedianya uang dan model fashion yang
sedang menjadi tren.
c. Situasi (situation), yaitu situasi yang mendukung untuk dilakukannya suatu
perilaku (bagaimana dan dimana perilaku itu akan diwujudkan). Situasi dapat
pula diartikan sebagai lokasi terjadinya perilaku. Pada konteks membeli
produk fashion tiruan, perilaku tersebut dapat muncul jika individu merasa
membutuhkan produk fashion tiruan tersebut dengan harga yang lebih murah,
risiko kerugian yang lebih kecil dan kondisi lingkungan yang berdekatan
dengan pasar/toko.
d. Waktu (time), yaitu waktu terjadinya perilaku yang meliputi waktu tertentu,
dalam satu periode atau tidak terbatas misalnya waktu yang spesifik (hari
tertentu, tanggal tertentu, jam tertentu), periode tertentu (bulan tertentu), dan
waktu yang tidak terbatas.
Setiap aspek akan mempengaruhi perilaku pada tingkat yang sangat spesifik,
seseorang akan menampilkan tingkah laku tergantung pada objek, pada situasi
tertentu, dan waktu tertentu pula. Dalam hal objek atau target intensi dapat
diarahkan pada suatu objek tertentu, suatu kelompok atau objek apapun.
Begitu pula dengan situasi, seseorang mungkin saja berintensi untuk
melakukan suatu tingkah laku pada situasi atau lokasi tertentu.Begitu juga dengan
waktu, intensi juga dapat muncul pada waktu tertentu.Tiga indikator yang
digunakan dalam niat yaitu mencari tahu tentang suatu produk/pencarian
informasi, mempertimbangkan untuk membeli, dan sungguh-sungguh ingin
membeli. Ketiga indikator tersebut diadopsi dari Ling et al. (2010), indikator
tersebut sebelumnya telah digunakan pada penelitian oleh Veno dan Subagio
(2013) dan Hansudoh (2012) dalam (Indraswari, et all. 2013).
Menurut Dharmesta, (1998) perhatian utama dalam theory of planned
behaviour adalah pada niat seseorang untuk melakukan suatu perilaku karena
niatmerupakan variabel antara yang menyebabkan terjadinya perilaku dari suatu
sikap maupun variabel lainnya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada
variabel niat ini adalah :
a. Niat dianggap sebagai penangkap atau perantara faktor-faktor motivasional
yang mempunyai dampak pada suatu perilaku.
b. Niat menunjukkan seberapa keras seseorang berani mencoba,
c. Niat juga menunjukkan seberapa banyak upaya yang direncanakan seseorang
untuk dilakukan,
d. Niat adalah yang paling dekat berhubungan dengan perilaku selanjutnya.
Niat penggunaan adalah suatu keadaan dalam diri seseorang pada dimensi
kemungkinan subyektif yang meliputi hubungan antara orang itu sendiri dengan
beberapa tindakan. Menurut Ferdinand dalam (Adji, et all., 2014) minat beli dapat
diidentifikasikan melalui indikator-indikator sebagai berikut :
a. Minat transaksional yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli produk
b. Minat referensial yaitu kecenderungan seseorang untuk mereferensikan produk
kepada orang lain
c. Minat preferensial adalah minat yang menggambarkan perilaku seseorang yang
memiliki preferensi utama pada produk tersebut. Preferensi ini hanya dapat
diganti jika terjadi sesuatu dengan produk preferensinya
d. Minat eksploratif adalah minat yang menggambarkan perilaku seseorang yang
selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan mencari
informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut.