Keterbatasan Laporan Keuangan


Menurut Jumingan (2010:10) terdapat empat keterbatasan laporan keuangan
yaitu:

  1. Laporan keuangan pada dasarnya merupakan laporan antara (interim final),
    bukan merupakan laporan final, karena laba rugi riil (laba rugi final) hanya
    dapat ditentukan bila perusahaan dijual atau dilikuidasi. Karena alasan tersebut
    laporan keuangan perlu disusun untuk periode waktu tertentu, umumnya satu
    tahun atau 12 bulan. Waktu periode ini dianggap sebagai periode akuntansi
    baku.
  2. Laporan keuangan ditunjukkan dalam jumlah rupiah yang tampaknya pasti.
    Jumlah rupiah ini bisa saja berbeda bila standar yang digunakan berbeda, karena
    lebih dari satu standar yang diperkenankan. Standar yang dimaksud adalah
    standar menilai jumlah rupiah. Misalnya bila dibandingkan dengan laporan
    keuangan suatu perusahaan jika seandainya perusahaan itu dilikuidasi, jumlah
    rupiahnya dapat sangat berbeda. Aktiva tetap dinilai berdasarkan harga
    historisnya, jumlahnya kemudian dikurangi dengan akumulasi penyusutannya.
    Jumlah bersihnya tidak mencerminkan nilai penjualan aktiva tetap. Dalam
    keadaan likuidasi, aktiva tidak berwujud seperti hakpaten, merek dagang, biaya
    organisasi hanya dinilai satu rupiah.
  3. Neraca dan laporan laba rugi mencerminkan transaksi-transaksi keuangan dari
    waktu ke waktu. Selama jangka waktu tersebut mungkin nilai rupiah sudah
    menurun (daya beli rupiah menurun karena kenaikan tingkat harga-harga). Oleh
    karena itu untuk menghindari adanya analisis yang menyesatkan, analisis
    perbandingan harus dilakukan dengan hati-hati.
  4. Laporan keuangan tidak memberikan gambaran yang lengkap mengenai
    keadaan perusahaan. Laporan keuangan tidak mencerminkan semua faktor yang
    mempengaruhi kondisi keuangan dan hasil usaha karena tidak semua faktor
    dapat diukur dalam satuan uang. Faktor tersebut misalnya kemampuan dalam
    menemukan penjual dan mencari pembeli, nama baik dan prestise perusahaan
    di mata masyarakat, kepercayaan pihak luar kepada perusahaan, efisiensi,
    loyalitas, dan integritas dari pimpinan dan karyawan, kualitas barang yang
    dihasilkan, kondisi-kondisi pesaingnya, keadaan perekonomian pada
    umumnya, dan sebagainya