Pengertian kinerja keuangan dari Fahmi pada Longdong dan Tawas (2021)
merupakan suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu
perusahaan telah melaksanakan dengan memakai aturan-aturan pelaksanaan
keuangan secara baik dan benar.Berdasarkan Sahabuddin yang dikutip oleh
Kusumawati (2017), kinerja keuangan ialah suatu gambaran tentang kondisi
keuangan suatu usaha yang dijalankan kemudian dianalisis dengan alat-alat
analisis keuangan, sebagai akibatnya dapat diketahui mengenai baik buruknya
keadaan keuangan suatu perusahaan yang mencerminkan prestasi kerja dalam
periode tertentu.Dengan adanya pengukuran kinerja keuangan maka dapat
dilihat prospek pertumbuhan dan perkembangan dari perusahaan tersebut.
Berdasarkan pengertian yang telah disampaikan oleh para ahli di atas, maka
dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan merupakan analisis yang dilakukan
oleh suatu perusahaan untuk mengetahui apakah perusahaannya telah berjalan
dengan baik menggunakan alat-alat analisis keuangan.
Selain untuk mengetahui apakah perusahaan telah berjalan dengan baik dan
benar, pengukuran kinerja juga dapat digunakan untuk melakukan perbaikan
atas kegiatan operasional agar dapat bersaing dengan perusahaan kompetitor.
Tujuan kinerja keuangan menurut Jumingan dalam Gunawan (2019)
adalah :
a. Untuk mengetahui keberhasilan pengelolaan keuangan perusahaan
terutama kondisi likuiditas, kecukupan modal serta profitabilitas yang
dicapai dalam tahun berjalan maupun tahun sebelumnya.
b. Untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam mendayakan semua
aset yang dinilai dalam menghasilkan profit secara efisien.
Menurut Helfert dalam Niyati dan Lubis (2019), pengukuran kinerja
keuangan dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori, antara lain :
a. Earning measures
Didasarkan pada laba akuntansi. Kategori yang termasuk dalam earning
measuresialahEarning Per Shares (EPS), Residual Income (RI), Return
on Investment (ROI), Return on Net Assets (RONA), Return on Capital
Employee (ROCE), dan Return on Equity (ROE).
b. Cash flow measures
mendasarkan kinerja pada arus kas operasi (operating cash flow), Cash
Ratio, Cash Flow Return on Gross Investment (ROGI), Cash Flow
Return on Investment (CFROI), Total Shareholder Return (TSR) dan
Total Bussiness Return (TBR).
c. Value measures
Mendasarkan kinerja kepada nilai (value based management). Yang
termasuk dalam kategori ini antara lain : Economic Value Added (EVA),
Market Value Added (MVA), Cash Value Added (CVA) dan Shareholder
Value (SHV).
