Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Manajemen Laba


Secara umum bank yang lebih besar mampu menciptakan laba yang lebih
besar dibandingkan perusahaan kecil, karena bank yang lebih besar dapat
mengalokasikan perputaran asetnya untuk memperoleh penghasilan yang lebih
besar. Menurut Brigham dan Houston (2012:4) “Ukuran perusahaan merupakan
ukuran besar kecilnya sebuah perusahaan yang ditunjukkan atau dinilai oleh total
aset, total penjualan, jumlah laba, beban pajak dan lain sebagainya”. Hal tersebut
sesuai dengan penelitian Mahiswari dan Nugroho (2014).

  1. Pengaruh Leverage Terhadap Manajemen Laba
    Rasio Leverage digunakan untuk mengukur seberapa jauh penggunaan dana
    perusahaan yang berasal dari kreditur. Semakin tinggi rasio leverage maka
    semakin tinggi risiko yang dialami dan keadaan ini sangat disukai oleh pemilik
    perusahaan dalam meningkatkan profitabilitas. Namun leverage yang terlalu
    tinggi jika tidak diimbangi dengan kinerja yang baik memungkinkan perusahaan
    terkena likuidasi. Tentunya penanganan dana tersebut harus dilakukan dengan
    baik, sehingga pihak manajemen tidak melakukan manajemen laba. Hal ini sesuai
    dengan penelitian Jao dan Pagalung (2011).
  2. Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan
    Pada umumnya semakin besar nilai total penjualan, total aset, dan kapitalisasi
    pasar maka semakin besar pula ukuran perusahaan. Lebih rinci, semakin besar
    total aset maka semakin banyak modal yang ditanam, semakin banyak penjualan
    maka semakin banyak perputaran uang dan semakin besar kapitalisasi pasar maka
    semakin besar pula perusahaan dikenal dalam masyarakat. Hal ini sesuai dengan
    penelitian Kusumo dan Darmawan (2018).