Komitmen organisasi dapat digunakan untuk memprediksi aktivitas
profesional dan perlakuan kerja. Komitmen organisasi juga berfungsi sebagai
pendorong karyawan untuk bertindak positif, memberikan ide atau pikiran
inisiatif terhadap perusahaan, menaati tata tertib perusahaan, menjalin
hubungan baik dengan rekan kerja, serta menjadikan karyawan untuk setia
terhadap perusahaan. Suparyadi (2015:452) menyampaikan komitmen
organisasional adalah sikap yang menunjukkan lebih dari sekedar keanggotaan
formal, tetapi juga meliputi sikap suka terhadap organisasi atau merasa puas
dengan organisasi sehingga menimbulkan kesediaan untuk mengusahakan
upaya-upaya yang tinggi bagi kepentingan organisasi demi mencapai tujuan.
Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor penting untuk mendapatkan
hasil kerja yang optimal. Karyawan yang merasakan kepuasan kerja dalam
pekerjaannya akan melakukan pekerjaannya dengan baik, sedangkan karyawan
yang tidak merasa puas maka akan mempengaruhi berjalannya organisasi
dalam pencapaian tujuan. Tim manajemen perusahaan harus memperhatikan
dan memenuhi kebutuhan kepuasan kerja karyawan agar tujuan dapat tercapai.
Menurut Sutrisno (2009:88), dampak kepuasan dan ketidakpuasan kerja
adalah :
- Dampak terhadap produktivitas.
- Dampak terhadap ketidakhadiran dan keluarnya tenaga kerja.
- Dampak terhadap kesehatan.
