Salah satu indikator yang paling sering digunakan untuk
mengkonseptualisasi OCB adalah indikator yang dikembangkan oleh
Rizqi (2017). Menurut Rizqi (2017), OCB dibangun dari lima indikator
yang masing-masing bersifat unik, yaitu:
- Altruism (Perilaku menolong)
yaitu prilaku membantu meringankan pekerjaan yang
ditunjukan kepada individu lain dalam suatu organisasi,
misalnya membantu rekan kerja yang tidak sehat. - Courtesy (Bersikap sopan)
yaitu membantu temen kerja mencegah timbulnya masalah
sehubungan dengan pekerjaannya dengan cara memberi
konsultasi dan informasi serta menghargai kebutuhan mereka,
atau memahami dan ber empati walaupun saat dikeritik. - Sportsmanship (Toleransi yang tinggi)
yaitu toleransi pada situasi yang kurang ideal ditempat kerja
tanpa mengeluh, misalnya ikut menanggung kegagalan proyek
tim munkin akan berhasil dengan mengikuti nasehat anggota. - Civic virtue (Mengedepankan kepentingan Bersama)
yaitu terlibat dalam kegiatan–kegiatan organisasi dan peduli
pada kelangsungan hidup organisasi, misalnya rela mewakili
perusahaan untuk program bersama. - Conscientiousness (Kesungguhan dalam bekerja)
yaitu melakukan hal-hal yang menguntungkan organisasi,
misalnya mematuhi peraturan-peraturan diorganisasi dan
bersedia lembur untuk menyesaikan proyek.
