Chang et al (2000) memberikan empat alasan megapa perilaku herding dapat
terjaid di pasar modal:
a. Investor mengolah informasi yang sama.
b. Investor memilih saham dengan mempertimbangkan ciri-ciri umum, yaitu
saham yang prudent, liquid, dan better-know.
c. Para manager cenderung mengikuti langkah transaksi yang dilakukan
manager lain guna menjaga reputasinya.
d. Para manager investasi mengikuti valuasi harga saham dari manager
lainnya.
Dalam perdagangan saham, perilaku herding masih menjadi fenomena
yang terjadi secara alamiah. Salah satu dampak negatif dari perilaku herding ini
adalah investor bisa saja melakukan investasi yang tidak mereka pahami karena
tidak melakukan analisis sendiri dalam mengambil keputusan.
