Peningkatan semangat kerja karyawan dalam suatu perusahaan
merupakan suatu hal yang sangat penting. karyawan yang memiliki
semangat kerja yang tinggi akan memberikan keuntungan pada
perusahaan dan sebaliknya karyawan yang memiliki semangat kerja
yang rendah dapat mendatangkan kerugian pada perusahaan. Oleh
karena itu, pimpinan perusahaan harus mengetahui faktor-faktor yang
dapat mengukur semangat kerja.
Menurut Nitisemito dalam Darmawan ( 2013) faktor-faktor untuk
mengukur semangat kerja adalah :
- Absensi
Karena absensi menunjukkan ketidakhadiran karyawan dalam tugasnya.
Hal ini termasuk waktu yang hilang karena sakit, kecelakaan dan pergi
meninggalkan pekerjaan karena alasan pribadi tanpa diberi wewenang.
yang tidak diperhitungkan sebagai absensi adalah diberhentikan untuk
sementara, tidak ada pekerjaan, cuti yang sahlibur dan pemberhentian
kerja. - Kerja sama
Kerja sama dalam bentuk tindakan kolektif seseorang terhadap orang
lain. Kerjasama dapat dilihat dari kesediaan karyawan untuk bekerja
sama dengan rekan kerja atau dengan atasan mereka berdasarkan untuk
mencapai tujuan bersama. Selain itu, kerjasama dapat dilihat dari
kesediaan untuk saling membantu di antara rekan sekerja sehubungan
dengan tugas-tugasnya dan terlihat keaktifan dalam kegiatan
organisasi. - Kepuasan kerja
Kepuasan kerja sebagai keadaan emosional yang menyenangkan atau
tidak menyenangkan di mana para karyawan memandang pekerjaan
mereka. - Kedisiplinan
Kedisiplinan sebagai suatu sikap dan tingkah laku yang sesuai
peraturan organasasi dalam bentuk tertulis maupun tidak. Dalam
prakteknya bila suatu organisasi telah mengupayakan sebagian besar
dari peraturan-peraturan yang ditaati oleh sebagian besar karyawan,
maka kedisiplinan telah dapat ditegakkan. Dan harus dapat di terapkan
di perusahaan.
