Teori harapan (Expectancy Theory) pertama kali dikemukakan oleh Victor
H. Vroom pada tahun 1964. Victor H. Vroom (dalam Munandar, 2006)
menyatakan bahwa kekuatan yang memotivasi seseorang untuk bekerja giat dalam
mengerjakan pekerjaannya tergantung dari hubungan timbal balik antara apa yang
diinginkan dan dibutuhkan dari hasil pekerjaan itu.
Teori ini dikemukakan oleh Victor Vroom yang mendasarkan teorinya pada
tiga konsep penting, yaitu :
- Harapan (Expectancy), adalah suatu kesempatan yang diberikan akan terjadi
karena perilaku. - Nilai (Valence) adalah akibat dari perilaku tertentu mempunyai nilai / martabat
tertentu (daya/nilai motivasi) bagi setiap individu yang bersangkutan. - Pertautan (Instrumentality) adalah persepsi dari individu bahwa hasil tingkat
pertama atau terbaik.
Ekspektansi merupakan sesuatu yang ada dalam diri individu yang terjadi
karena adanya keinginan untuk mencapai hasil sesuai dengan tujuan. Ekspektansi
merupakan salah satu penggerak yang mendasari seseorang untuk melakukan suatu
tindakan. Karena dengan adanya usaha yang keras tersebut, maka hasil yang
didapat akan sesuai dengan tujuan. Dalam teori ini disebutkan bahwa seseorang
akan memaksimalkan usaha dan meminimalkan segala yang menghalangi
pencapaian hasil maksimal. Teori ekspektansi berasumsi bahwa seseorang
mempunyai keinginan untuk menghasilkan suatu karya pada waktu tertentu
tergantung pada tujuan-tujuan khusus orang yang bersangkutan dan juga
pemahaman seseorang tersebut tentang nilai suatu prestasi kerja sebagai alat untuk
mencapai tujuan tersebut.
