Rhoades dan Eisenberger dalam Putra dan Sriathi (2017) mengemukakan
indikator untuk mengukur persepsi dukungan organisasi antara lain:
- Adanya penghargaan dari organisasi dengan segala pekerjaan yang
dilakukan oleh karyawan; - Adanya penghargaan dari organisasi dengan segala usaha yang telah
karyawan berikan terhadap perusahaan; - Adanya perhatian dari organisasi untuk berbagai keluhan dari karywan
mengenai pekerjaan maupun kehidupan pribadinya; - Adanya kepedulian dari organisasi tentang bagaimana kesejahteraan
karyawan; - Organisasi akan memberitahu karyawan pada saat mereka melakukan
kesalahan dalam bekerja; - Adanya kepedulian dari organisasi tentang kepuasan karyawan dalam
pekerjaannya; - Adanya perhatian dari organisasi; dan
- Organisasi bangga atas segala pencapaian karyawan dalam bekerja.
Allen dan Brady dalam Prasetyo (2016) mengemukakan indikator persepsi
dukungan organisasi yakni: - Sikap organisasi terhadap ide-ide karyawan dengan menerima pendapat
atau masukan yang karyawan sampaikan serta memasukkan ide dari
pegawai untuk kebaikan kemajuan organisasi. - Sikap pada masalah yang dihadapi karyawan dimana supervisor mau
mendengarkan keluhan karyawan dan mau membantu karyawan agar
merasa dipedulikan. - Sikap pada kesejahteraan dan kesehatan karyawan dimana organisasi
memberikan penghargaan terhadap karyawan berupa reward dan
memberikan perhatian bagi kesehatan karyawan seperti memberikan
jaminan kesehatan.
Sedangkan Robbins dan Judge dalam Sari (2019) mengemukakan
indikator persepsi dukungan organisasi yaitu: - Penghargaan, dimana organisasi memberikan reward terhadap
karyawan baik berupa gaji maupun kenaikan pangkat serta adanya
penghargaan berupa motivasi dari supervisor. - Kepedulian, adanya bentuk rasa simpati supervisor terhadap karyawan
dalam bentuk pertolongan atau perhatian. - Kesejahteraan, karyawan dapat merasa sejahtera apabila mereka
mendapatkan perlindungan baik berupa jaminan kesehatan maupun
berbentuk salary atau bonus.
