Faktor- faktor yang Mempengaruhi Perilaku kewarganegaraanOrganisasi


Shweta dan Srirang dalam Pramudianti (2019) menyatakan faktor-faktor
yang mempengaruhi perilaku kewarganegaraan organisasi diantaranya adalah:
a. Disposisi individu dan motif individu
Disposisi individu ditunjukkan melalui beberapa aspek seperti positive
affectivity, negative affectivity, conscientiousness, agreeableness, dan juga locus of
control yang dapat memberi pengaruh terhadap tingkat OCB. Konovsky dan Organ
(1996) yang menyatakan bahwa individu dengan agreeableness memiliki hubungan
dengan altruism, courtesy, dan sportsmanship yang dapat menentukan tingkat
OCB. Selain itu, locus of control memainkan peran penting dalam menentukan
tingkat OCB karyawan. Individu dengan locus of control internal cenderung lebih
memiliki perilaku OCB daripada mereka yang memiliki locus of control exsternal
(Blakely, Srivastava, & Moorman, 2005). Dengan kata lain individu dengan locus
of controlinternal akan lebih antusias jika diukur dengan mereka yang memiliki
locus of control external. Selain disposisi individu, karyawan didorong oleh motif
intrinsik atau ekstrinsik yang mereka miliki untuk melakukan OCB. Karyawan yang
memiliki motivasi intrinsik, mereka akan melakukan perilaku peran ekstra untuk
kepentingan rekan kerja. Namun, karyawan dengan motivasi ekstrinsik yang lebih
tinggi akan melakukan OCB untuk menumbuhkan citra yang baik untuk diri mereka
sendiri.
b. Kohesivisitas individu
Kohesivitas individu umumnya berhubungan langsung dengan kohesivitas
dalam kelompok kerja dalam suatu organisasi. Dalam kelompok kerja, kohesivitas
individu perlu dikembangkan diantara sesama anggota. Dengan terciptanya
kohesivitas individu dalam kelompok kerja tersebut, maka individu-individu dalam
kelompok kerja tersebut dapat saling membantu satu sama lain. Sehingga
kohesivitas kelompok akan mendorong munculnya OCB.
c. Sikap karyawan
Sikap positif yang dimiliki karyawan terhadap pekerjaan mereka yang
meliputi komitmen organisasi dan kepuasan kerja perlu ditingkatkan, sehingga
dapat memengaruhi tingkat OCB dalam organisasi tersebut.
d. Kepemimpinan transformasional
Karyawan cenderung memiliki Perilaku Kewarganegaraan Organisasi saat
pemimpin mereka menampilkan gaya kepemimpinan transformasional seperti
pemimpin yang memiliki visi kedepan, dapat berperan sebagai role model,
merangsang bawahan secara intelektual dan mengkomunikasikan harapan kinerja
yang lebih tinggi (Podsakoff MacKenzie, Moorman, & Fetter, 1990). Dengan kata
lain munculnya Perilaku Kewarganegaraan Organisasi pada karyawan bergantung
pada gaya kepemimpinan dalam organisasi (Podsakoff dkk., 2000).
e. Keadilan organisasi
Jika terjadi adanya keadilan dalam organisasi, maka akan memberikan
kontribusi yang sangat penting dalam membentuk Perilaku Kewarganegaraan
Organisasi karyawan dalam organisasi