Menurut Gibson (2013:179), banyak faktor yang telah diteliti sebagai
faktor yang mungkin menentukan kepuasan kerja yaitu:
1) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Suatu usaha dan upaya untuk menciptakan perlindungan dan keamanan
dari resiko kecelakaan dan bahaya fisik, mental maupun emosional
terhadap pekerja, perusahaan, masyarakat dan lingkungan.
2) Karakteristik pekerjaan
Sifat atau tugas yang meliputi tanggung jawab, macam tugas dan
tingkat kepuasan yang dirasakan dari pekerjaan itu sendiri.
3) Lingkungan kerja
Segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat
mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang
diembankan.
4) Gaji penghasilan, imbalan yang dirasakan adil (equitable reward)
Kepuasan kerja merupakan fungsi dari jumlah absolut dari gaji yang
diterima, derajat sejauh mana gaji memenuhi harapan-harapan tenaga
kerja dan bagaimana gaji diberikan.
5) Penyeliaan
Memberikan kerangka kerja teoritis untuk memahami kepuasan tenaga
kerja dengan penyeliaan. Ada dua jenis hubungan atasan bawahan;
pertama, hubungan fungsional dan keseluruhan (entity). Hubungan
fungsional mercerminkan sejauh mana penyelia membantu tenaga
kerja, untukmemuaskan nilai-nilai yang menantang serta dianggap
penting bagi tenaga kerja. Kedua, hubungan keseluruhan didasarkan
pada ketertarikan antar pribadi yang mencerminkan sikap dasar dan
nilai-nilai yang serupa.
6) Rekan-rekan sejawat yang menunjang
Di dalam kelompok kerja dimana para pekerjanya harus bekerja
sebagai satu tim, kepuasan kerja mereka dapat timbul karena
kebutuhan-kebutuhan tingkat tinggi mereka (kebutuhan harga diri,
kebutuhan aktualisasi diri) dapat dipenuhi dan mempunyai dampak
pada motivasi kerja mereka.
7) Kondisi kerja yang menunjang
Kondisi kerja harus memperhatikan prinsip-prinsip organisasi dalam
kondisi kerja seperti kebutuhan-kebutuhan fisik dipenuhi dan
memuaskan tenaga kerja.
