“Culture is not something an organization has, a culture is
something an organization is” (Budaya bukanlah sesuatu yang
dimiliki organisasi, tapi organisasi itu sendiri adalah budaya.) kata
Michael E. Pancanowsky & Nick O’Donnell Trujillo (dalam
Morissan, 2009: 101)
Setiap organisasi memiliki perbedaan dalam hal jangkauan dan ukuran
ang dimilikinya, dan organisasi juga memiliki sejumlah tindakan atau
kebiasaan yang unik atau khas bagi organisasi yang bersangkutan. Menurut
Pancanowsky dan Trujillo, budaya adalah iklim atau atmosfir emosi dan
psikologis yang mencakup moral, sikap, dan tingkat produktivitas karyawan
atau anggota organisasi yang bersangku ntan. Budaya organisasi juga
mencakup seluruh simbol yang ada (tindakan, rutinitas, percakapan, dan
seterusnya) serta makna yang diberikan anggota organisasi kepada berbagai
simbol tersebut. Makna dan pengertian budaya organisasi dicapai melalui
interaksi antara pimpinan (Manajamen) dengan karyawan. (Morissan, 2009:
101)
Budaya organisasi mencerminkan persepsi umum yang dilakukan oleh
seluruh anggota organisasi. Karena dapat diharapkan bahwa individu
dengan latar belakang berbeda atau pada tingkat yang berbeda dalam
organisasi akan cenderung menjelaskan budaya organisasi dengan
terminology yang sama. Kebanyakan organisasi besar mempunyai
dominant culture dan sejumlah subculture. Sehubungan denga hal tersebut,
ciri- ciri budaya organisasi dalam suatu perusahaan (Kreitner dan Kinicki,
2001: 521) adalah:
- Perusahaan tidak hanya mempunyai satu, tetapi beberapa budaya.
Organisasi mungkin mempunyai satu Dominant Culture dan
beberapa subculture yang berbeda. - Budaya organisasi cenderung berubah sepanjang waktu.
Perusahaan baru kemungkinan ukuran masih kecil dan bersahabat
yaitu sifat komunal, tetapi bergerak naik dan turun, dan budayanya
mungkin juga berubah. Dengan kata lain, budaya organisasinya
tidak tetap, tetapi bersifat cair, dapat berubah sepanjang waktu. - Tidak perlu budaya lebih baik atau lebih buruk dari lainnya.
Semua budaya mempunyai aspek posited dan negatif. Bahwa
beberapa organisasi dapat sukses ketika mempunyai budaya
tertentu walaupun mungkin sangat tidak cocok pada perusahaan
lain.
Budaya (performances) yang dikemukakan oleh Pacanowsky
dan O’Donnell Trujillo (dalam Littlejohn & Foss, 2005: 259-260),
yaitu: - Ritual: merupakan suatu tampilan yang diulang- ulang secara
teratur, suatu aktivitas yang dianggap oleh suatu kelompok sebagai
suatu yang sudah biasa dan rutin. - Hasrat (Passion): bagaimana para karyawan dapat mengubah
pekerjaan- pekerjaan rutin dan membosankan menjadi menarik dan
merangsang minat. Penuturan pengalaman (story telling) biasanya
disampaikan berkali- kali, dan seringkali orang merasa senang
dapat saling menuturkan pengalamannya berulang kali. - Sosialitas (sociality) : bentuk penampilan ini akan memperkuat
suatu pengertian bersama mengenai kebenaran ataupun normanorma dan penggunaan aturan-aturan dalam organisasi, seperti tata
asusila dan sopan santun. - Politik organisasi : menciptakan dan memperkuat minat terhadap
kekuasaan dan pengaruh, seperti memperlihatkan kekuatan diri,
kekuatan untuk mengadakan proses tawar- menawar (bargaining
power). - Enkulturasi atau proses pengajaran budaya kepada para anggota
organisasi. Contoh bentuk tampilan ini adalah learning the roles
yang terdiri dari urutan- urutan penampilan ketika orang
mengajarkan kepada orang lain tentang bagaimana mengerjakan
sesuatu.
