Karakteristik Individu.


Organisasi merupakan wadah bagi indivdiu untuk mencapai tujuan,
baik tujuan pribadi maupun tujuan organisasi. Individu dengan karakter
tersendiri dan organisasi yang juga memiliki karakter tertentu yang saling
menyesuaikan. Latar belakang individu dapat menjadikan ciri-ciri tertentu
pada setiap individu (Afrianto, 2011).
Berkaitan dengan karir seseorang, menurut Moekijat (2007)
mengatakan bahwa karir seseorang merupakan unsur penting yang bersifat
pribadi. Masa depan seorang indivdiu dalam organisasi tidak tergantung
pada kinerja saja. Manajer juga menggunakan ukuran subyektif yang
bersifat pertimbangan. Apa yang dipersepsikan oleh penilai sebagai
karakter/perilaku karyawan yang baik dan buruk akan mempengaruhi
penilaian.
Terkait dengan karakteristik individu, bahwa individu membawa
kedalam tatanan organisasi, kemampuan, kepercayaan, pribadi dan
penghargaan kebutuhan dan pengalaman masa lainnya. Semua ini adalah
karakteristik yang dimiliki individu dan karateristik ini akan memasuki
suatu lingkungan baru yaitu organisasi Thoha (dalam Nizwar, 2014).
Sejalan dengan itu, individu memiliki beragam karakter yang dapat
menunjang karirnya dalam suatu organisasi baik itu yang bersifat positif
maupun negatif. Menurut Laura (2014) mengatakan bahwa karakteristik
individu yaitu ciri tertentu dari individu untuk dibedakan satu dengan yang
lainnya, baik dalam hal sikap maupun perilaku.
Setiap individu harus bisa memiliki karakter yang kuat sebagai
penunjang karirnya dan tentu saja akan banyak sekali persaingan yang
terjadi. Untuk memenangkan persaingan tersebut, individu membutuhkan
keahlian dalam bekerja, jenjang pendidikan yang tinggi dan pengalaman
bekerja.
Menurut Mathis (dalam Nizwar, 2014) mengatakan bahwa ada
empat karakteristik individu yang mempengaruhi bagaimana orang-orang
membuat pilihan karir:
a. Minat, orang cenderung mengejar karir yang mereka yakini cocok
dengan minat mereka.
b. Jati diri, karir merupakan perpanjangan dari jati diri seseorang juga
hal yang membentuk jati diri.
c. Kepribadian, faktor ini mencakup orientasi pribadi karyawan
(sebagai contoh karyawan bersifat realistis, menyenangkan dan
artistik.) dan kebutuhan indiviudal, latihan, kekuasaan dan
kebutuhan prestise.
d. Latar belakang sosial, status sosial ekonomi dan tujuan pendidikan,
serta pekerjaan orang tua pegawai merupakan faktor yang berfungsi
dalam kategori ini.