Menurut Sedarmayandi (2017, p162) Prinsif untuk analisis masalah
motivasi sebagai berikut:
- Prilaku berganjaran cendrung akan diulangi
- Faktor motivasi yang digunakan harus diyakini yag bersangkutan, dan
a. Standard untuk kerjaannya dapat dicapai
b. Ganjaran yang diharapkan memang ada
c. Ganjaran akan memuaskan kebutuhannya - Memberi ganjaran atas prilaku yang diinginkan adalah motivasi yang
lebih efektif dari pada menghubungkan perilaku yang tidak dikehendaki. - Prilaku tertentu lebih “reinforced” apabila ganjaran atau hukuman
bersifat segera dibandingkan dengan yang ditunda. - Nilai motivasional dari ganjaran atau hukuman yang diantisipasi akan
lebih tinggi bila sudah pasti akan terjadi dibandingkan dengan yang
masih bersifat kemungkinan. - Nilai motivasional dari ganjaran atau hukuman akan lebih tinggi, yang
berakibat pribadi dibandingkan yang organisasi.
Menurut Sedarmayanti (2017, p162) langkah kongkret untuk motivasi,
kenali anggota organisasi dan identifikasi pola kebutuhan mereka, antara
laian: - Tetapkan sasaran yang harus dicapai berdasarkan prinsif penempatan
sasaran yang tepat. - Kembangkan sistem pengukuran “peformance” yang relibel dan beri
umpan balik kepada mereka periodik - Tempatkan anggota organisasi pada pekerjaan berdasarkan kemampuan
dan bakat yang dimiliki. - Beri dukungan dalam penyelesaian tugas, misal : lewat pelatihan dan
menumbuhka “rasa mampu” - Perlakukan adil, objektif, dan jadilh teladan
