Penilaian Kinerja Karyawan


Kinerja karyawan pada dasarnya adalah hasil karya karyawan selama periode
tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, misalnya standar, target /
sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati
bersama. Menurut Handoko (2000), penilaian prestasi kinerja merupakan proses
melalui mana organisasi-organisasi mengevaluasi atau menilai prestasi kinerja
karyawan. Kegiatan ini dapat memperbaiki keputusan-keputusan personalia dan
memberikan umpan balik kepada karyawan tentang pelaksanaan kinerja.
Kegunaan-kegunaan penilaian prestasi kinerja sebagai berikut:

  1. Perbaikan prestasi kinerja
    Umpan balik pelaksanaan kerja kemungkinan karyawan, manajer, dan
    departemen personalia dapat membetulkan kegiatan-kegiatan mereka
    untuk memperbaiki prestasi.
  2. Penyesuaian-penyesuaian kompensasi
    Evaluasi prestasi kerja membantu para pengambil keputusan dalam
    mnentukan kenaikan upah, pemberian bonus, dan bentuk kompensasi
    lainnya.
  3. Keputusan-keputusan penempatan
    Promosi, transfer, dan demosi biasanya didasarkan pada prestasi kinerja
    masa lalu atau antisipasinya. Promosi sering merupakan bentuk
    penghargaan terhadap prestasi kerja masa lalu.
  4. Kebutuhan-kebutuhan pelatihan dan pengembangan
    Prestasi kinerja yang jelek mungkin menunjukkan kebutuhan latihan.
    Demikian juga prestasi yang baik mungkin mencerminkan potensi yang
    harus dikembangkan.
  5. Perencanaan dan pengembangan karier
    Umpan balik prestasi mengarahkan keputusan-keputusan karier, yaitu
    tentang jalur karier tertentu yang harus diteliti.
  6. Penyimpangan-penyimpangan proses staffing
    Prestasi kinerja yang baik atau jelek mencerminkan kekuatan atau
    kelemahan prosedur staffing departemen personalia.
  7. Ketidak akuratan informasional
    Prestasi kinerja yang jelek mungkin menunjukkan kesalahan-kesalahan
    dalam informasi analisis jabatan, rencana-rencana sumber daya
    manusia, atau komponen-komponen lain sistem manjemen personalia.
    Menggantungkan diri pada informasi yang tidak akurat dapat
    menyebabkan keputusan-keputusan personalia yang tidak diambil
    tepat.
  8. Kesalahan-kesalahan desain pekerjaan
    Prstasi kinerja yang jelek mungkin merupakan suatu tanda kesalahan
    dalam desain pekerjaan. Penilaian prestasi membantu diagnose
    kesalahan-kesalahan tersebut.
  9. Kesempatan kinerja yang adil
    Penilaian prestasi kinerja secara akurat akan menjamin keputusankeputusan penempatan internal diambil tanpa diskriminasi.
  10. Tantangan-tantangan eksternal
    Kadang-kadang prestasi kinerja dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar
    lingkungan kinerja, seperti keluarga, kesehatan, kondisi finansial, atau
    masalah-masalah pribadi lainnya.