Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai – nilai yang mempengaruhi
individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai tujuan individu. Sikap dan nilai
tersebut merupakan suatu invisible yang memberikan kekuatan untuk mendorong
individu dalam mencapai tujuan. Selain itu motivasi dapat diartikan sebagai dorongan
individu untuk melakukan tindakan karena mereka ingin melakukannya. Apabila
individu termotivasi, mereka akan membuat pilihan yang positif untuk melakukan
sesuatu karena dapat memuaskan keinginan mereka.
Menurut Robbin (2002 : 55) motivasi adalah keinginan untuk melakukan
sebagai kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan-tujuan
organisasi, yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu untuk memenuhi suatu
kebutuhan individual. Motivasi adalah kesediaan untukmengeluarkan tingkat upaya
yang tinggi untuk tujuan organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu, dalam memenuhi beberapa kebutuhan individual (Robbins, 2003: 208).
Karena sangat luasnya ranah motivasi dalam peri kehidupan Indonesia, maka
untuk memahami motivasi perlu dipahami asumsi dasar motivasi. Stoner (dalam
Wahjono 2010; 78) mengatakan bahwa terdapat 4 asumsi dasar motivasi yaitu:
a. Motivasi adalah hal–hal yang baik, seseorang termotivasi karena dipuji atau
sebaliknya bekerja dengan penuh motivasi dan karenanya seseorang dipuji.
b. Motivasi adalah satu dari beberapa faktor yang menentukan prestasi kerja
seseorang, faktor yang lain adalah kemampuan, sumber daya, kondisi tempat
kerja, kepemimpinan, dan lain – lain.
c. Motivasi bisa habis dan perlu ditambah suatu waktu, seperti pada beberapa
faktor pesikologis yang lain yang bersifat siklikal, maka pada saat berada pada
titik terendah motivasi perlu ditambah.
d. Motivasi adalah alat yang dapat dipakai manajemen untuk mengatur hubungan
pekerrjaan dalam motivasi.
