Menurut Kasmir (2016 : 208-210), indikator yang digunakan
untuk mengukur kinerja karyawan ada enam, yaitu:
- Kualitas (mutu)
Kualitas merupakan suatu tingkatan di mana proses atau hasil
dari penyelesain suatu kegiatan mendekati titik kesempurnaan.
Makin sempurna suatu produk, maka kinerja makin baik, demikan
pula sebaliknya jika kualitas pekerjaan yang dihasilkan rendah maka
kinerjanya juga rendah. - Kuantitaas (jumlah)
Untuk mengukur kinerja dapat pula dilakukan dengan
melihat dari kuantitas (jumlah) yang dihasilkan oleh seseorang. - Waktu (jangka waktu)
Untuk jenis pekerjaan tertentu diberikan batas waktu dalam
menyelesaikan pekerjaannya. Artinya ada pekerjaan batas waktu
minimal dan maksimal yang harus dipenuhi. - Kerja sama antar karyawan
Kinerja sering kali dikaitkan dengan kerja sama antar
karyawan dan antar pimpinan. Hubungan ini sering kali juga
dikatakan sebagai hubungan antar perseorangan. Dalam hubungan ini
diukur apakah seorang karyawan mampu untuk mengembangkan
perasaan saling menghargai, niat baik dan kerja sama antara
karyawan yang satu dengan karyawan yang lain. - Penekanan biaya
Biaya yang dikeluarkan untuk setiap aktivitas perusahaan
sudah dianggarkan sebelum aktivitas dijalankan. Artinya dengan
biaya yang sudah dianggarkan tersebut merupakan sebagai acuan
agar tidak melebihi dari yang sudah dianggarkan. - Pengawasan
Dengan melakukan pengawasan karyawan akan merasa lebih
bertanggung jawab atas pekerjaannya dan jika terjadi penyimpangan
akan memudahkan untuk melakukan koreksi dan melakukan
perbaikan secepatnya
