Indikator Kinerja Karyawan


Menurut Kasmir (2016 : 208-210), indikator yang digunakan
untuk mengukur kinerja karyawan ada enam, yaitu:

  1. Kualitas (mutu)
    Kualitas merupakan suatu tingkatan di mana proses atau hasil
    dari penyelesain suatu kegiatan mendekati titik kesempurnaan.
    Makin sempurna suatu produk, maka kinerja makin baik, demikan
    pula sebaliknya jika kualitas pekerjaan yang dihasilkan rendah maka
    kinerjanya juga rendah.
  2. Kuantitaas (jumlah)
    Untuk mengukur kinerja dapat pula dilakukan dengan
    melihat dari kuantitas (jumlah) yang dihasilkan oleh seseorang.
  3. Waktu (jangka waktu)
    Untuk jenis pekerjaan tertentu diberikan batas waktu dalam
    menyelesaikan pekerjaannya. Artinya ada pekerjaan batas waktu
    minimal dan maksimal yang harus dipenuhi.
  4. Kerja sama antar karyawan
    Kinerja sering kali dikaitkan dengan kerja sama antar
    karyawan dan antar pimpinan. Hubungan ini sering kali juga
    dikatakan sebagai hubungan antar perseorangan. Dalam hubungan ini
    diukur apakah seorang karyawan mampu untuk mengembangkan
    perasaan saling menghargai, niat baik dan kerja sama antara
    karyawan yang satu dengan karyawan yang lain.
  5. Penekanan biaya
    Biaya yang dikeluarkan untuk setiap aktivitas perusahaan
    sudah dianggarkan sebelum aktivitas dijalankan. Artinya dengan
    biaya yang sudah dianggarkan tersebut merupakan sebagai acuan
    agar tidak melebihi dari yang sudah dianggarkan.
  6. Pengawasan
    Dengan melakukan pengawasan karyawan akan merasa lebih
    bertanggung jawab atas pekerjaannya dan jika terjadi penyimpangan
    akan memudahkan untuk melakukan koreksi dan melakukan
    perbaikan secepatnya