Lima faktor yang akan mempengaruhi baik tidaknya karier seorang
karyawan, yaitu Sutrisno (2010:166-168):
- Sikap Atasan
Seorang karyawan yang berprestasi bekerja, namun tidak disukai oleh
atasan maupun rekan sekerja, maka karyawan yang demikian tidak akan
mendapat dukungan untuk meraih karier yang lebih baik. Seorang
karyawan yang ingin kariernya berjalan dengan baik, makan karyawan
tersebut harus menjaga hubungan baik kepada semua orang yang ada
didalam perusahaan tersebut, baik terhadap atasan maupun teman sekerja.
Seorang karyawan yang ingin meniti kariernya dengan baik, maka selain
membenahi diri dengan meningkatkan prestasi, juga perlu mem-backup
diri dengan tingkah laku atau moral yang baik. - Pengalaman
Pengalama dalam konteks ini dapat berkaitan dengan tingkah golongan
(senioritas) seorang karyawan, walaupun hal ini masih diperdebatkan.
Apakah seorang karyawan yang berpestasi atau sudah senior itu sudah
pasti mampu memberikan kontribsusi yang lebih besar dari pada junior?
Promosi jabatan bagi para senior sebaiknya bukan hanya
mempetimbangkan pengalaman saja tetapi juga pada kemampuan dan
keahliannya. - Pendidikan
Faktor pendidikan biasanya menjadi syarat untuk duduk di sebuah
jabatan. Faktor pendidikan memengaruhi kemulusan karier seseorang.
Orang yang berpendidikan lebih tinggi akan memiliki pemikiran yang
lebih baik, walaupun pada kenyataannya ditemukan fenomena sebaliknya,
yang tentunya hal ini disebabkan adanya kesalahan dalam proses
pembelajaran dan penilaian. - Prestasi
Prestasi dapat saja terjadi dari akumualasi dari pengalaman, pendidikan
dan lingkungan kerja yang baik. Pengaruh prestasi dalam menentukan
jenjang karier akan sangat jelas terlihat standar untuk menduduki jabatan
tertentu dominan berdasrkan prestasi. - Faktor Nasib
Faktor nasib juga turut menentukan walapun diyakini porsinya
sangat kecil, bahkan para ahli mengatakan faktor nasib berpengaruh
terhadap keberhasilannya hanya 10% saja. Upaya untuk meraih karier
yang lebih baik adalah denga bekerja kerja dan berdoa (ora et labora).
