Faktor-Faktor Motivasi


Kebutuhan seseorang merupakan dasar untuk model motivasi. Kebutuhan
adalah kekurangan yang dirasakan oleh seseorang pada saat tertentu yang
menimbulkan tegangan yang menyebabkan timbulnya keinginan. Karyawan akan
berusaha untuk menutupi kekurangannya dengan melakukan suatu aktivitas yang
lebih baik dalam melaksanakan pekerjaannya. Dengan melakukan aktivitas yang
lebih banyak dan lebih baik karyawan akan memperoleh hasil yang lebih baik pula
sehingga keinginannya dapat terpenuhi. Keinginan yang timbul dalam diri
karyawan dapat berasal dari dalam dirinya sendiri maupun berasal dari luar dirinya,
baik yang berasal dari lingkungan kerjanya maupun dari luar lingkungan kerjanya.
Motivasi bukanlah merupakan sesuatu yang berdiri sendiri, melainkan ada
beberapa faktor yang mempengaruhinya. Menurut Arep (2003) ada Sembilan faktor
motivasi, yang dari kesembilan tersebut dapat dirangkum dalam enam faktor secara
garis besar, yaitu:

  1. Faktor kebutuhan manusia
    a. Kebutuhan dasar (ekonomis)
    Kebutuhan dasar yang dimaksud disini adalah kebutuhan akan
    makanan, pakaian, dan perumahan yang biasa disebut sebagai
    kebutuhan primer. Untuk memenuhi kebutuhan dasar ini sesorang
    akan bekerja keras dengan mengerahkan segala kemampuannya,
    karena kebutuhan makanan, pakaian, dan perumahan merupakan
    kebutuhan yang paling mendasr yang harus di penuhi.
    b. Kebutuhan rasa aman (psikologis)
    Yang termasuk dalam kategori kebutuhan psikologis disini
    diantaranya adalah kebutuhan akan status, pengakuan,
    penghargaan, dan lain-lain. Menurut Arep (2003) keinginan
    karyawan untuk mencapai status tertentu atau untuk menjadi
    seorang “tokoh“, bukan saja berarti bahwa karyawan harus
    mempunyai kesempatan lebih banyak untuk mencapai kemajuan,
    akan tetapi juga harus bersedia menerima kewajiban-kewajiban
    lebih banyak. Artinya motivasi untuk meraih status yang diidamidamkan akan melekat kuat dalam dirinya.
    c. Kebutuhan sosial
    Menurut Robert Carison: ”Satu cara meyakinkan para karyawan
    betah bekerja adalah dengan meyakinkan bahwa dirinya memiliki
    banyak mitra di organisasi“. Karyawan dalam suatu organisasi
    memerlukan berinteraksi dengan sesama karyawan dan dengan
    sesama atasannya serta menumbuhkan pengakuan atas prestasi
    kerjanya.
  2. Faktor Kompensasi
    Menurut Handoko (2001), kompensasi adalah segala sesuatu yang
    diterima para karyawan sebagai balas jasa bekerja. Apabila
    kompensasi diberikan secara benar, para karyawan akan lebih
    terpuaskan dan termotivasi untuk mencapai sasaran – sasaran
    organisasi. Kompensasi penting bagi karyawan, karena kompensasi
    mencerminkan nilai karya karyawan itu sendiri, keluarga, dan
    masyarakat. Dalam hal pemberian gaji beberapa faktor yang harus
    diperhatiakan, diantaranya:
    a. Arti gaji bagi karyawan
    Bagi seorang karyawan gaji mempunyai arti yang mendalam,
    yakni sesuatu yang dapat mempengaruhi tingkat kehidupan
    karyawan yang bersangkutan bersama keluarganya.
    b. Dasar pemberian gaji
    Ada beberapa dasar dalam pemberian gaji. Satu diantaranya
    adalah “ hasil kerja “ yakni gaji diberikan berdasarkan jumlah
    atau nilai barang yang dijual atau yang dihasilkan.
    c. Faktor Komunikasi
    Menurut Arep dalam manajemen personalia (2003), komunikasi
    yang lancar adalah komunikasi terbuka dimana informasi
    mengalir secara bebas dari atas ke bawah atau sebaliknya, Dalam
    suatu organisasi komunikasi perlu dijalin secara baik antara
    atasan dengan bawahan atau sesama bawahan, karena dengan
    komunikasi yang lancar maka arus komunikasi akan berjalan
    lancar pula serta tidak terjadi adanya mis komunikasi yang akan
    mengakibatkan kesimpang siuran dalam melaksanakan pekerjaan
    dalam organisasi. Dengan komunikasi yang lancar kebijakan
    organisasi akan dapat lebih mudah dimengerti.
  3. Faktor Kepemimpinan
    Menurut Arep dalam manajemen personalia (2003),
    kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk memguasai atau
    mempengaruhi orang lain atau masyarakat yang berbeda – beda
    menuju pencapaian tertentu. Dalam mencapai tujuan yakni untuk
    dapat menguasai atau mempengaruhi serta memotivasi orang lain,
    maka dalam penerapan manajemen sumber daya manusia digunakan
    beberapa gaya kepemimpinan.
  4. Faktor pelatihan
    Pelatihan merupakan suatu sarana untuk meningkatkan
    kemampuan karyawan dalam suatu organisasi. Untuk lebih
    meningkatkan kualitas sumber daya manusia setiap organisasi perlu
    melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi karyawannya, baik yang
    diselenggarakan di dalam maupun di luar organisasi. Menurut Arep
    (2003), pelatihan merupakan salah satu usaha untuk mengembangkan
    sumber daya manusia, terutama dalam hal pengetahuan, kemampuan,
    keahlian, dan sikap.
  5. Faktor prestasi
    Penilaian presasi kerja karyawan bagi organisasi merupakan
    sarana untuk mengembangkan sumber daya manusia. Sedangkan bagi
    karyawan penilaian prestasi dapat memacu semangat kerja, guna
    peningkatkan kinerja selanjutnya. Karena dengan penilaian prestasi
    ini akan merasa bahwa hasil kerja mereka diakui oleh pihak organisasi
    dan kemudian menimbulkan harapan untuk memperoleh kompensasi
    dari organisasi. Hal ini merupakan sumber motivasi kerja yang sangat
    mempengaruhi kinerja karyawan.