Asas – Asas Motivasi

  1. Asas Mengikutsertakan
    Driving State
    Goal
    Instrumentral Behaviour
    Motivasi untuk mencapai hasil-hasil akan bertambah,
    jika kepada para bawahan diberikan kesempatan untuk
    memberikan ide-ide, rekomendasi-rekomendasi, maka
    mereka merasa ikut bertanggung jawab atas tercapainya
    tujuan tersebut. Dengan demikian kegairahan kerja dapat
    ditingkatkan.
  2. Asas Komunikasi
    Motivasi untuk mencapai hasil-hasil cenderung
    meningkat jika bawahan diberitahu tentang soal-soal yang
    mempengaruhi hasil-hasil itu. Pada dasarnya semakin
    banyak seseorang mengetahui suatu soal, semakin banyak
    pula minat dan perhatiannya terhadap hal tersebut. Jika
    seorang pemimpin secara nyata berikhtiar untuk senantiasa
    memberikan informasi kepada bawahannya, misalnya ia
    berkata: “Saya rasa saudara orang penting, saya hendak
    memastikan bahwa saudara mengetahui apa yang sedang
    terjadi“, maka bawahan akan merasa dihargai dan akan giat
    bekerja.
  3. Asas Pengakuan
    Motivasi untuk mencapai hasil-hasil cenderung
    meningkat, jika kepada bawahan diberikan pengakuan atas
    sumbangannya terhadap hasil-hasil yang dicapai. Bawahan
    akan bekerja keras dan rajin bila mereka terus-menerus
    mendapat pengakuan dan kepuasan dari usaha-usahanya.
    Jika kita memberi pujian kepada seseorang yang patut
    menerimanya, maka seakan-akan ditegaskan bahwa kita
    menganggapnya seorang anggota regu yang penting dan
    yang patut dihargai. Pengakuan dan pujian harus di berikan
    dengan ikhlas, apalagi kalau pengakuan dan pujian itu
    diberikan di depan umum, maka artinya akan dua kali lipat.
  4. Asas Wewenang Yang Didelegasikan
    Motivasi untuk mencapai hasil-hasil akan bertambah
    kalau bawahan diberikan wewenang untuk mengambil
    keputusan keputusan yang mempengaruhi hasil-hasil itu.
    Jika atasan memberikan bawahan, “Ini suatu pekerjaan,
    saudara dapat mengambil keputusan sendiri bagaimana
    harus melakukannya“, maka dengan tindakan ini kita
    menyatakan dengan jelas bahwa mereka adalah bawahan
    yang cakap dan penting. Pemimpin yang paling cakap
    adalah seseorang yang mendelegasikan sebanyak mungkin
    wewenang dan menghindari pengendalian yang teliti atau
    terperinci. Pola delegasi tersebar dari pucuk pimpinan
    sampai ke bawahan di dalam organisasi. Iklim yang terdapat
    di pucuk organisasi condong merembes dengan cepat ke
    tingkat tingkat bawahan. Memberikan bawahan wewenang
    untuk mengambil keputusan-keputusan sendiri berarti
    memperlengkapinya dengan kepentingan atas hasil-hasil
    yang dicapainya. Tidak ada kekuatan pendorong yang lebih
    besar dari pada menjadikan bawahan bertanggung jawab
    atas sebagian usaha, memberikan wewenang kepadanya
    untuk mengambil keputusankeputusan yang membawa hasil
    atau kegagalan dan memberikan ganjaran berdasarkan
    prestasinya.
  5. Asas Perhatian Timbal Balik
    Para bawahan biasanya akan dapat di motivasikan
    untuk mencapai hasil-hasil yang kita inginkan, sejauh kita
    menaruh minat terhadap hasil-hasil yang mereka inginkan.
    Asas ini menyatakan bahwa kita akan hanya memperoleh
    sedikit motivasi bila selalu ditekankan betapa pentingnya
    bagi orang-orang lain untuk mencapai tujuan-tujuan kita,
    tujuan-tujuan dari suatu bagian atau seluruh perusahaan.
    Betapapun pentingnya tujuan-tujuan ini biasanya tidak
    secara mendalam mempengaruhi mereka.