Dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan ilmu
ekonomi dan akuntansi telah diajarkan mengenai teori dan praktek yang
kelak dapat diterapkan di dunia kerja. Dalam dunia kerja sering kali tidak
lepas dari akuntansi. Tidak jarang, ada sebagian dari kita yang lupa akan
penerapan mengenai pembukuan akuntansi ketika telah memasuki dunia
kerja. Maka dari itu, pemahaman pengertian dan fungsi akuntansi
sangatlah penting karena jika kita mau menerapkan ilmu akuntansi yang
sudah pernah kita dapatkan, kelak akan bermanfaat bagi karir dan
kehidupan sehari-hari kita. Tidak hanya dalam perusahaan, kantor, bisnis
saja yang membutuhkan akuntansi.
Menurut Purwaji, dkk (2016:9), ilmu akuntansi memiliki ruang
lingkup kerja sebagai berikut :
a) Akuntansi Keuangan
Akuntansi keuangan atau disebut dengan General Accounting.
Pengertian akuntansi ini adalah berupa pencatatan atau membukukan
transaksi keuangan suatu bentuk usaha, meliputi usaha perorangan
maupun koperasi. Sehingga dapat memberikan kesimpulan keadaan
keuangan perusahaan dalam posisi untung atau dalam keadaan merugi
dalam kurun waktu tertentu. Keadaan akhir keuangan tersebut sangat
berguna untuk debitur maupun kreditur untuk digunakan sebagai
laporan resmi perusahaan.
b) Akuntansi Manajemen
Management Accounting ini adalah salah satu ruang lingkup
kerja akuntansi yang mengambil kumpulan data maupun taksiran data
yang berguna untuk mengidentifikasi peluang ke depan dalam suatu
perusahaan. Misalnya dalam suatu perusahaan yang tergantung
dengan kurs mata uang lokal yang melemah. Hal itu kemudian ditaksir
berdasarkan data-data yang masuk untuk melihat peluang masa depan
perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang.
c) Akuntansi Perpajakan
Pengertian akuntansi dilihat dari ruang lingkup kerja
selanjutnya adalah akuntansi perpajakan atau Tax Accounting. Dimana
akuntansi ini merupakan aktifitas membuat laporan keuangan pajak
serta mengidentifikasi sebab akibat dari transaksi yang sudah maupun
akan dilakukan.
d) Akuntansi Biaya
Akuntansi Biaya atau Cost Accounting yaitu akuntansi yang
sasaran kegiatannya adalah transaksi keuangan yang berhubungan
dengan biaya-biaya. Misalnya biaya-biaya yang berhubungan dengan
proses pembentukan produk. Akuntansi biaya bertujuan menyediakan
informasi biaya yang diperlukan untuk kepentingan intern (pimpinan
perusahaan), yaitu menilai pelaksanaan operasi perusahaan dan
menentukan rencana kegiatan di masa datang.
e) Akuntansi Anggaran
Budgetary Accounting adalah akuntansi yang kegiatannya
berhubungan dengan pengumpulan dan pengelolaan data operasi
keuangan yang sudah terjadi, serta taksiran kemunginan yang akan
terjadi untuk kepentingan penetapan rencana operasi keuangan
perusahaan (anggaran) dalam satu periode tertentu.
f) Akuntansi Pemeriksaan
Akuntansi Pemeriksaan adalah kegiatannya berhubungan
terhadap catatan-catatan hasil kegiatan akuntansi keuangan, yakni
untuk menguji kelayakan laporan keuangan yang dihasilkannya.
Kegiatan akuntansi pemeriksaan lebih ditekankan pada pemeriksaan
terhadap penerapan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara
umum.
Menurut Mulyadi (2014:2-5), Akuntansi dibedakan menjadi dua
tipe pokok yaitu Akuntansi keuangan menghasilkan informasi terutama
untuk memenuhi pihak luar dan akuntansi manajemen untuk memenuhi
kebutuhan manajer.
1) Akuntansi Keuangan
Akuntansi Keuangan terutama ditujukan untuk menyajikan
informasi bagi pemakai luar perusahaan. Untuk suatu perusahaan yang
besar, pemakai luar ini meliputi pemegang saham, kreditur, langganan,
para analis keluangan, karyawan dan berbagai instansi pemerintah.
2) Akuntansi Manajemen
Akuntansi Manajemen ditujukan untuk menyediakan informasi
keuangan bagi keperluan manajemen. Akuntansi manajemen
berhubungan dengan informasi mengenai perusahaan dan memberikan
manfaat bagi mereka yang ada dalam perusahaan. Akuntansi
manajemen ini menghasilkan laporan keuangan rinci dari berbagai
jenjang organisasi yang menyajikan informasi rinci. Informasii
akuntansi yang dihasilkan oleh akuntansi manajemen digunakan untuk
pengambilan keputusan oleh manajer. Holmes dan Nicholls (1988: 57-
58) mengklasifikasikan informasi akuntansi dalam tiga jenis yang
berbeda menurut manfaatnya bagi para pemakai, yaitu :
a. Statutory Accounting Information
Statutory Accounting Information merupakan informasi
yang disiapkan sesuai dengan peraturan yang ada. Penyelenggaraan
pembukuan merupakan suatu kewajiban yang diatur dalam undangundang perpajakan, yang menyaikan keterangan yang digunakan
untuk menghitung penghasilan kena pajak. Oleh karena itu,
pembukuan ini sekurang-kurangnya berisi tentang keadaan kas
perusahaan, daftar hutang piutang, dan daftar persediaan barang,
serta pada akhir tahun membuat neraca dan perhitungan laba-rugi.
b. Budgetary Information
Budgetary Information yaitu informasi akuntansi yang
disajikan dalam bentuk anggaran yang berguna bagi pihak internal
dalam perencanaan, penilaian, dan pengambilan keputusan.
Informasi anggaran ini misalnya anggaran biaya produksi yang
berkaitan dengan informasi mengenai biaya yang digunakan untuk
berproduksi di masa yang akan datang.
c. Additional Accounting Information
Additional Accounting Information yaitu informasi
akuntansi lain yang disiapkan perusahaan guna meningkatan
efektifitas pengambilan keputusan manajer. Informasi akuntansi
lain seperti laporan produksi dikaitkan dengan informasi mengenai
produksi.
Hansen dan Mowen (2000:8), mengklasifikasikan sistem
akuntansi menjadi dua yaitu :
1) Akuntansi Keuangan
Tujuan akuntansi keuangan adalah untuk menyusun laporan
keuangan eksternal (laporan keuangan) bagi investor, kreditor,
lembaga pemerintah, dan pengguna eksternal lainnya. Informasi ini
digunakan untuk keperluan seperti keputusan investasi, evaluasi,
pemonitoran aktivitas, dan ketentuan peraturan.
2) Akuntansi Manajemen
Akuntansi Manajemen menghasilkan informasi untuk
pengguna internal seperti manajer, eksekutif dan pekerja. Jadi
akuntansi manajemen dapat disebut sebagai akuntansi eksternal.
Secara spesifik akuntansi manajemen mengindentifikasi,
mengumpulkan, mengukur, mengklasifikasikan dan melaporkan
informasi yang bermanfaat bagi pengguna internal dalam
merencanakan, mengendalikan dan membuat keputusan.
Dapat disimpulkan bahwa dengan adanya perkembangan
dunia yang cukup pesat saat ini, berakibat pada kebutuhan
informasi akuntansi yang semakin meningkat. Kebutuhan
informasi ini akan mempengaruhi muncul dan berkembangnya
bidang pengetahuan akuntansi yang bervariasi jenisnya. Banyak
bidang pengetahuan akuntansi akan menawarkan berbagai macam
bidang pekerjaan sesuai minat seseorang
