Saat ini banyak sekali lulusan sarjana yang belum mendapatkan pekerjaan.
Menurut data dari Kementerian Tenaga Kerja terdapat 848.654 orang
pengangguran yang dialami oleh lulusan sarjana (https://www.bps.go.id). Hal itu
membuat banyaknya mahasiswa yang mengalami ketakutan tentang masa depannya
setelah lulus menjadi sarjana. Mahasiswa setelah lulus akan dihadapkan pada
pekerjaan yang akan membantunya untuk membantu perekonomian dalam
hidupnya. Sebelum menentukan pekerjaan biasanya mahasiswa disarankan untuk
merencanakan karirnya terlebih dahulu sesuai minat dan bakatnya. Perencanaan
karir merupakan suatu hal yang penting, karena dengan adanya perencanaan karir
maka akan membuat mahasiswa merasa sangat siap untuk memilih dan mengambil
keputusan karir yang diinginkannya.
Perencanaan karir ditandai dengan berbagai aktivitas dalam kehidupannya
seperti belajar tentang informasi karir, membicarakan perencanaan karirnya kepada
orang dewasa, berpartisipasi aktif dalam organisasi atau mengikuti kursus atau
pelatihan yang ia sukai. Oleh sebab itu sebaiknya perencanaan akan karir ke depan
sudah dapat diprogram lebih awal (Adiputra, 2015). Karena mahasiswa akan mudah
jika ia dapat melakukan perencanaan terlebih dahulu sebelum menentukan karirnya.
Mahasiswa akan dapat merasa puas akan karir yang iadapatkan jika ia dapat
merencanakan karirnya dengan matang. Perencanaan karir adalah hal yang penting,
karena dengan adanya perencanaan karir maka akan membuat mahasiswa merasa
sangat siap untuk memilih dan mengambil keputusan karir yang diinginkannya.
(komara, 2016) menyatakan bahwa terdapat beberapa aspek dalam perencanaan
karir yaitu, memiliki pemahaman tentang karir, mencari informasi, sikap,
bertanggung jawab terhadap keputusan karir, mampu membuat perencanaan,
pengambilan keputusan dan memiliki keterampilan atau kompetensi yang
berhubungan dengan karir yang dipilih.
Menurut Liza dan Rusandi (2016) perencanaan karir adalah proses atau
tahapan yang dilalui sebelum memilih karir untuk mencapai karir. Menurut
(Sitompul, 2018) suksesnya perencanaan karir seseorang dipengaruhi oleh adanya
kemampuan perencanaan karir dan pengambilan keputusan yang matang.
Seseorang yang memiliki kemampuan perencanaan karir tentu mampu memahami
dirinya. Faktor yang memengaruhi perencanaan karir ada faktor internal dan faktor
internal yaitu, nilai-nilai kehidupan, taraf intelegensi, bakat khusus, minat, sifatsifat, pengetahuan, keadaan jasmani. Sedangkan faktor eksternal yaitu, masyarakat,
keadaan sosial ekonomi negara/daerah, pengaruh dari keluarga besar dan keluarga
inti, pendidikan, pergaulan teman sebaya, tuntutan yang melekat pada setiap
jabatan, (Winkel & Sri Hastuti, 2004).
