Sesuai dengan pendapat Keith Davis (1985, dalam Mangkunegara, 2004) yang
mengemukakan bahwa “job satisfaction is related to a number of major employee
variables, such as turnover, absences, age, occupation, and size of the organization in
which an employee works”.
- Turnover
Kepuasan kerja lebih tinggi dihubungkan dengan turnover pegawai yang
rendah. Sedangkan pegawai-pegawai yang kurang puas biasanya turnovernya
lebih tinggi. - Tingkat ketidakhadiran (absen) kerja
Pegawai-pegawai yang kurang puas cenderung tingkat ketidakhadirannya
(absen) tinggi. Mereka sering tidak hadir kerja dengan alasan yang tidak logis
dan subjektif. - Umur
Ada kecenderungan pegawai yang tua lebih merasa puas daripada pegawai
yang berumur relative muda. Hal ini diasumsikan bahwa pegawai yang lebih
tua lebih berpengalaman menyesuaikan diri dengan lingkungan pekerjaan.
Sedangkan pegawai usia muda biasanya mempunyai harapan yang ideal tentang
dunia kerjanya, sehingga apabila antara harapannya dengan realita kerja
terdapat kesenjangan atau ketidakseimbangan dapat menyebabkan mereka
menjadi tidak puas. - Tingkat Pekerjaan
Pegawai-pegawai yang menduduki tingkat pekerjaan yang lebih tinggi
cenderung lebih puas daripada pegawai yang menduduki tingkat pekerjaan
yang lebih rendah. Pegawai yang tingkat pekerjaanya lebih tinggi menunjukkan
kemampuan kerja yang baik dan aktif dalam mengemukakan ide-ide serta
kreatif dalam bekerja. - Ukuran Organisasi
Ukuran organisasi perusahaan dapat mempengaruhi kepuasan pegawai. Hal ini
karena besar kecil suatu perusahaan berhubungan pula dengan koordinasi,
komunikasi, dan partisipasi pegawai.
