Variabel-variabel Kepuasan Kerja


Sesuai dengan pendapat Keith Davis (1985, dalam Mangkunegara, 2004) yang
mengemukakan bahwa “job satisfaction is related to a number of major employee
variables, such as turnover, absences, age, occupation, and size of the organization in
which an employee works”.

  1. Turnover
    Kepuasan kerja lebih tinggi dihubungkan dengan turnover pegawai yang
    rendah. Sedangkan pegawai-pegawai yang kurang puas biasanya turnovernya
    lebih tinggi.
  2. Tingkat ketidakhadiran (absen) kerja
    Pegawai-pegawai yang kurang puas cenderung tingkat ketidakhadirannya
    (absen) tinggi. Mereka sering tidak hadir kerja dengan alasan yang tidak logis
    dan subjektif.
  3. Umur
    Ada kecenderungan pegawai yang tua lebih merasa puas daripada pegawai
    yang berumur relative muda. Hal ini diasumsikan bahwa pegawai yang lebih
    tua lebih berpengalaman menyesuaikan diri dengan lingkungan pekerjaan.
    Sedangkan pegawai usia muda biasanya mempunyai harapan yang ideal tentang
    dunia kerjanya, sehingga apabila antara harapannya dengan realita kerja
    terdapat kesenjangan atau ketidakseimbangan dapat menyebabkan mereka
    menjadi tidak puas.
  4. Tingkat Pekerjaan
    Pegawai-pegawai yang menduduki tingkat pekerjaan yang lebih tinggi
    cenderung lebih puas daripada pegawai yang menduduki tingkat pekerjaan
    yang lebih rendah. Pegawai yang tingkat pekerjaanya lebih tinggi menunjukkan
    kemampuan kerja yang baik dan aktif dalam mengemukakan ide-ide serta
    kreatif dalam bekerja.
  5. Ukuran Organisasi
    Ukuran organisasi perusahaan dapat mempengaruhi kepuasan pegawai. Hal ini
    karena besar kecil suatu perusahaan berhubungan pula dengan koordinasi,
    komunikasi, dan partisipasi pegawai.