Faktor-faktor Pengembangan Karir


Menurut Rivai dan Sagala (2009, dalam Nurcahyo, 2012) aspek-aspek yang
terdapat dalam pengembangan karir individu adalah :

  1. Prestasi Kerja (Job Performance).
    Merupakan komponen yang paling penting untuk pengembangan karir
    yang paling penting untuk meningkatkan dan mengembangkan karir seorang
    karyawan. Kemajuan karir sebagian besar tergantung atas prestasi kerja yang
    baik dan etis.
    Dengan mengetahui hasil atas kinerjanya maka karyawan dapat
    mengukur kesempatannya terhadap pengembangan karir. Asumsi terhadap
    kinerja yang baik akan melandasi seluruh aktivitas pengembangan karir. Ketika
    kinerja di bawah standar maka dengan mengabaikan upaya-upaya ke arah
    pengembangan karir pun biasanya tujuan karir yang paling sederhana pun tidak
    dapat dicapai. Kemajuan karir umumnya terletak pada kinerja dan prestasi.
  2. Pengenalan oleh pihak lain (Exposure).
    Tanpa pengenalan oleh pihak lain maka karyawan yang baik tidak akan
    mendapatkan peluang yang diperlukan guna mencapai tujuan mereka. Manajer
    atau atasan memperoleh pengenalan ini terutama melalui kinerja, dan prestasi
    karyawan, laporan, tertulis, presentasi lisan, pekerjaan komite dan jam-jam
    yang dihabiskan.
  3. Jaringan kerja (Net Working).
    Jaringan kerja berarti perolehan eksposure di luar perusahaan.
    Mencakup kontak pribadi dan professional. Jaringan tersebut akan sangat
    bermanfaat bagi karyawan terutama dalam pengembangan karirnya.
  4. Pengunduran diri (resignation).
    Kesempatan berkarier yang banyak dalam sebuah perusahaan
    memberikan kesempatan untuk pengembangan karir karyawan, hal ini akan
    mengurangi tingkat pengunduran diri untuk mengembangkan diri di perusahaan
    lain (leveraging).
  5. Kesetiaan terhadap organisasi (Organization loyalty).
    Level loyalitas yang rendah merupakan hal yang umum terjadi di
    kalangan lulusan perguruan tinggi terkini yang disebabkan ekspektasi terlalu
    tinggi pada perusahaan tempatnya bekerja pertama kali sehingga seringkali
    menimbulkan kekecewaan. Hal yang sama juga terjadi pada kelompok
    profesional dimana loyalitas pertamannya diperuntukkan bagi profesi. Untuk
    mengatasi hal ini sekaligus mengurangi tingkat keluarnya karyawan (turn over)
    biasanya perusahaan “membeli” loyalitas karyawan dengan gaji, tunjangan
    yang tinggi, melakukan praktek-praktek SDM yang efektif seperti perencanaan
    dan pengembangan karir. Sementara perusahaan lainnya membatasi mobilitas
    dengan mengikat kontrak nonkompetitif untuk menghambat karyawan bekerja
    di perusahaan pesaing, biasanya kontrak ini berlaku untuk jangka waktu
    setahun.
  6. Pembimbing dan sponsor (Mentors and sponsors).
    Adanya pembimbing dan sponsor akan membantu karyawan dalam
    mengembangkan karirnya. Pembimbing akan memberikan nasehat-nasehat
    atau saran-saran kepada karyawan dalam upaya pengembangan karirnya,
    pembimbing berasal dari internal perusahaan. Mentor adalah seseorang di
    dalam perusahaan yang menciptakan kesempatan untuk pengembangan
    karirnya.
  7. Bawahan yang mempunyai peran kunci (Key subordinate).
    Atasan yang berhasil memiliki bawahan yang membantu kinerja
    mereka. Bawahan dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus
    sehingga atasan dapat belajar darinya, serta membantu atasan melakukan tugastugasnya. Bawahan kunci mengumpulkan, menafsirkan informasi, melengkapi
    keterampilan atasan mereka dan bekerja secara kooperatif untuk
    mengembangkan karir atasan mereka. Hal ini juga menguntungkan bagi mereka
    membuat mereka mendaki tangga karir ketika atasan mereka dipromosikan,
    serta menerima tugas penting dalam upaya mengembangkan karir mereka.
  8. Peluang untuk tumbuh (Growth opportunities).
    Karyawan hendaknya diberikan kesempatan untuk meningkatkan
    kemampuanya, misalnya melalui pelatihan-pelatihan, kursus, dan melanjutkan
    pendidikannya. Hal ini akan memberikan karyawan kesempatan untuk tumbuh
    dan berkembang sesuai dengan rencana karirnya.
  9. Pengalaman internasional (International experience).
    Untuk orang-orang yang mendekati posisi operasional atau staf senior,
    maka pengalaman internasional menjadi peluang pertumbuhan yang sangat
    penting.