Pengertian Employee Engagement


Istilah keterikatan pegawai atau employee engagement menurut
Kartono (2017:19) berasal dari penelitian akademik dan masalah
konsultasi praktis sejak tahun 1990 dan merupakan pengembangan
teori peran (role theory). Menurut Schaufeli dalam Kartono
(2017:19) mendefinisikan keterikatan sebagai “keadaan fikiran
positif yang ditandai dengan semangat (vigor), dedikasi (dedication)
dan keterikatan (absorptions)”.
Menurut Robinson dalam Kartono (2017:20) juga
mendefinisikan keterikatan pegawai sebagai sikap positif yang
ditampilkan seorang pegawai terhadap organisasi dan nilai-nilainya,
di mana pegawai memiliki kesadaran akan konteks bisnis dan bekerja
untuk meningkatkan pekerjaan dan efektivitas organisasi.
Menurut Kahn dalam Restuhadi dan Sembiring (2017:2533)
mendefinisikan engagement sebagai ungkapan atau ekspresi seorang
pegawai secara fisik, kognitif, dan emosional dalam menjalankan
perannya bekerja di organisasi. Selanjutnya menurut Kahn dalam
Restuhadi dan Sembiring (2017:2533) mengungkapkan pegawai
yang memiliki level engaged tinggi cenderung akan memiliki sifat
aktif, menikmati pekejaan, dan efektif dalam menyelesaikan
pekerjaan serta memiliki kecenderungan loyalitas yang lebih tinggi
sehingga mengurangi keinginan untuk meninggalkan perusahaan