Menurut Prof. Dr. Wilson Bangun (2012) menjelaskan
beberapa pendekatan-pendekatan Motivasi sebagai berikut :
a) Pendekatan Tradisional
Pendekatan tradisional (tradisional approach) adalah Model
yang menjadi titik beratnya yaitu pengawasan (Controling), dan
pengarahan (directing). Pada pendekatan ini, manajer
menentukan cara yang paling efisien untuk pekerja dan berulang
dan memotivasi karyawan dengan sistem intensif upah, semakin
banyak yang dihasilkan maka semakin besar upah yang
diterima. Penggunaan intensif, manajer dapat memotivasi
bawahnya. Makin banyak yang diproduksi, maka semakin besar
pula penghasilan yang mereka peroleh.
Berdasarkan pandangan ini, umumya pekerja dianggap malas
bekerja dan hanya dapat dimotivasi dengan memberikan
penghargaan yang berwujud uang, pada umumnya para pekerja
kurang bertanggung jawab atas pekerjaanya, sehingga untuk
meningkatkan produktivitas kerja mereka harus memotivasi
dengan penghargaan dalam bentuk uang. Sejalan dengan
meningkatnya efisiensi, karyawan yang dibutuhkan untuk tugas
tertentu akan dapat dikurangi.
b) Pendekatan Hubungan Manusia
Pendekatan hubungan manusia (human relation model)
menjelaskan bahwa kebosanan dan pengulangan berbagai tugas
merupakan faktor yang dapat menurunkan motivasi, sedangkan
kontak social membantu dalam menciptakan dan
mempertahankan motivasi. Sebagai kesimpulan ini, manajer
dapat memotivasi karyawan dengan memberikan kebutuhan
social serta membuat merasa berguna dan lebih penting.
c) Pendekatan Sumber Daya Manusia
Model hubungan manusia dengan mengatakan konsep tersebut
hanya merupakan pendekatan yang lebih canggih untuk
memanipulasi karyawan. Kelompok mereka juga mengatakan
bahwa pendekatan tradisional dan hubungan manusia terlalu
menyederhanakan motivasi hanya dengan memusatkan pada
satu faktor uang dan hubungan sosial. Berbeda dengan
pendekatan sumber daya manusia yang menyatakan bahwa para
karyawan dimotivasi oleh banyak faktor, tidak hanya uang atau
keinginan untuk mencapai kepuasan, tetapi juga kebutuhan
untuk berprestasi dan memperoleh pekerjaan berarti.
d) Pendekatan Kontemporer
Pendekatan Kontemporer (Contemporer Approach) didominasi
oleh tiga tipe motivasi; teori isi, teori proses, dan teori
penguatan. Teori isi (contet theory) menekankan pada teori
kebutuhan-kebutuhan manusia, menjelaskan berbagai
kebutuhan manusia mempengaruhi kegiatanya dalam
organisasi. Manajer harus dapat memahami kebutuhan para
anggotanya untuk meningkatkan tanggung jawab dan
kesetiaanya atas pekerjaan dan organisasi. Teori isi terdapat tiga
teori motivasi yang menekankan pada analisa yang mendasari
kebutuhan-kebutuhan manusia diantaranya: teori hirarki
kebutuhan, teori ERG, dan teori dua faktor. Pada teori proses
terdapat dua teori motivasi yang terpusat pada bagaimana para
anggota organisasi mencari penghargaan dalam keadaan
bekerja, termasuk dalam kelompok ini, diantaranya : teori
keadilan dan teori harapan. Satu teori lagi, berpusat pada
bagaimana karyawan mempelajari perilaku kerja yang
diinginkan, terdapat pada teori penguatan.
