Menurut (Wirawan, 2010) terdapat lima jenis konflik, diantaranya :
a. Kompetisi (competing)
Kompetisi merupakan gaya yang berorientasi pada kekuasaan, dimana
seseorang akan menggunakan kekuasaan yang dimilikinya untuk
memenangkan konflik terhadap lawannya.
b. Kolaborasi (collaborating)
Kolaborasi merupakan upaya dalam melakukan negosiasi untuk
menciptakan solusi yang sepenuhnya memuaskan pihak-pihak yang terlibat
konflik. Menurut Derr dalam (Wirawan, 2010) kolaborasi merupakan gaya
manajemen konflik yang paling disukai karena mendorong hubungan
interpersonal, kekuatan kreatif untuk inovatif dan perbaikan, meningkatkan
balikan dan aliran informasi, serta mengembangkan iklim organisasi yang
lebih terbuka, terpercaya, pengambilan resiko dan perasaan terhadap
integritas.
c. Kompromi (compromising)
Kompromi merupakan gaya dalam konflik yang berada di tengah antara
kolaborasi dan kompromi. Dalam keadaan tertentu, kompromi berarti
membagi perbedaan diantatra dua posisi untuk mencari titik tengah.
d. Menghindari (avoiding)
Menurut Thomas dan Kilman (Wirawan, 2010) bentuk menghindar tersebut
bisa berupa menjauhkan diri dari pokok masalah, menunda pokok masalah
hingga waktu yang tepat, atau menarik diri dari konflik yang mengencang
dan merugikan.
e. Mengkomodasi (accomudating)
Mengkomodasi merupakan gaya mengabaikan kepentinngan diri sendiri
dan upaya dalam memuaskan kepentingan dari lawan konfliknya. Gaya
akomodasi memberi kesan dalam menyetujui ide seseorang dan ingin
bekerja sama dan kesan demikian hanya diperlukan bukan kenyataan.
Beberapa penulis telah mengidentifikasi jenis-jenis konflik yang dihadapi
oleh perusahaan dan individu, diantaranya yaitu :
a. Konflik dalam diri seseorang
Dimana seseorang dapat mengalami konflik di dalam dirinya karena ia
memilih tujuan yang bertentangan.
b. Konflik Interpersonal
Konflik yang ada di antara dua orang disebut konflik interpersonal. Konflik
yang berada di luar setiap orang (karena itu menjadi awalan) dan hanya ada
di antara dua orang saja. Konflik antar pribadi dapat dilihat setiap kali dua
orang tidak setuju pada suatu topic.
c. Konflik Antar Kelompok
Konflik antar kelompok merupakan konflik yang berkaitan dengan
kelompok-kelompom orang yang terkonsolidasi. Konflik ini terjadi terusmenerus selama kampanye politik yang memanas. Bukan hanya dua
kandidat yang berkonflik, tetapi individu yang sangat mengidentifikasi
dengan satu atau yang lain mungkin terlibat dalam benturan ide dan ideologi.
d. Konflik Antar Kelas
Konflik antar kelas ini terjadi pada saat individu maupun kelompok berada
pada tingkatan kelas masyarakat secara vertical yang berbeda. Misalnya
seperti antara buruh pabrik dengan pendiri pabrik yang menunt kenaikan
upah dan sebaliknya.
e. Konflik Ras
Konflik rasa tau etnis adalah proses dasar dalam kehidupan sosial dan dapat
bersifat merusak dan kohesif. Dalam beberapa situasi, ini dapat merusak
bagi beberapa kelompok dan bertindak sebagai kekuatan kohesif bagi yang
lain. Kelompok rasa dan etnis dapat menjaadi sumber dan hasil dari dua
wajah konflik sosial, bertindak sebagai penanda batas antara kelompok yang
melihat diri mereka berbeda dalam kepentingan dan nilai mereka dari
kelompok lain.
