Untuk hubungan antara pengeluaran rutin dan penerimaan digunakan analisis korelasi dengan formulasi sebagai berikut (Algifari, 1997:146):
nSxy -SxSy
r =
ÖnSx² – (Sx)² ÖSy² – (Sy)²
di mana :
r = koefisien korelasi
n = jumlah periode
y = realisasi penerimaan
x = realisasi pengeluaran rutin
Nilai daripada koefisien korelasi ( r ) antar dua variabel berkisar antara negatif satu sampai dengan positif satu dengan koefisien determinasinya ( r )² , kriteria pengambilan keputusan adalah, apabila nilai r negatif atau positif maka ada hubungan antara variabel X dan Y. Jika nilai r = o berarti tidak ada hubungan antara varibel X dengan Y.
