PERKEMBANGAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA (skripsi, tesis, dan disertasi)

 

Program keluarga berencana di Indonesia secara luas telah diperkenalkan di  masyarakat mulai tahun 1970. Program tersebut sampai saat ini membawa keberhasilan secara nasional maupun internasional. Hasil pengembangan keluarga berencana ditandai dengan semakin meningkatnya jumlah pasangan usia subur yang menggunakan alat kontrasepsi. Keberhasilan tersebut ditandai oleh PBB dengan “Global Population Award” di New York pada tahun 1995. Keberhasilan ini ditunjukkan melalui hasil survey data keluarga Indonesia tahun 1994 dengan penurunan Total Fertility Rate (TFR) 5,6 menjadi 2,86. Pada tahun 1997 menjadi 2, 79 dan bahkan pada perkembangan terakhir pada survey data keluarga Indonesia pada tahun 2000 menjadi 2,03. Menurut data jumlah penduduk Indonesia, pada tahun 1971 terdapat 119,2 juta jiwa, tahun 1980 sebanyak 147, 5 juta jiwa, tahun 1990 sebanyak 179,4 juta jiwa, dan pada tahun 2000 penduduk Indonesia berjumlah 206,3 juta jiwa Dengan laju pertumbuhan pada tahun 1971-1980 sebesar 2,31 lalu pada tahun 1981-1990 sebesar 1,98 kemudian pada tahun 1991-2000 menurun menjadi 1,49 (BPS, 2002).

Program Keluarga Berencana yang dikembangkan di Indonesia mempunyai tujuan ganda, yaitu secara demografi untuk menurunkan angka kelahiran dan secara normatif membentuk keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Perkembangan tersebut ditandai dengan meningkatnya pemakaian kontrasepsi dari tahun ke tahun yang cenderung naik. Menurut Mc. Nail Singarimbun (Lerman dkk.,1989) secara nasional tahun 1970, prevalensi peserta KB sebesar 18 [persen, tahun 1980 meningkat menjadi 27,2 persen dan tahun 1985 sebesar 40, 5 persen. Hasil survey di 18 propinsi di Indonesia selama tahun 1989-1990 menunjukkan bahwa peserta KB telah mencapai 63,5 persen (Mittchell, 1990). Peningkatan prevalensi peserta KB menunjukkan bahwa program KB yang semula dianggap tabu oleh sementara kalangan masyarakat, akhirnya dapat diterima sampai ke pelosok desa bahkan di beberapa tempat telah menjadi bagian integral dari kehidupan mereka.

Setelah melalui keberhasilan yang dicapai dan perkembangan masyarakat yang didukung perkembangan teknologi, maka program Keluarga Berencana mengubah visi dan misinya. Visi baru Keluarga Berencana adalah “Keluarga Berkualitas 2015”, keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak ideal, berwawasan masa depan, bertanggung jawab, harmonis dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Untuk mewujudkan visi tersebut ada 6 prioritas utama yang akan dilaksanakan, yaitu :

  1. Pemberdayaan dan penggerakan masyarakat untuk membangun keluarga berkualitas.
  2. Menggalang kemitraan dalam peningkatan kesejateraan, kemandirian, ketahanan keluarga serta meningkatkan kualitas pelayanan.
  3. Meningkatkan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi.
  4. Meningkatkan upaya promosi, perlindungan dan mewujudkan hak-hak reproduksi.
  5. Meningkatkan upaya pemberdayaan perempuan dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam pelaksanaan program Keluarga Berencana Nasional.
  6. Mempersiapkan pengembangan sumber daya manusia yang potensial sejak pembuahan dalam kandungan hingga usia lanjut. (BKKBN, 2000).