MASALAH KELUARGA BERENCANA (skripsi, tesis, dan disertasi)

 

Masalah keluarga berencana bukan merupakan masalah baru, tapi dapat disoroti oleh pengetahuan-pengetahuan baru dan data-data baru mengenai umat manusia dan dapat mempengaruhi sikap kita terhadap masalah baru. Ilmu kedokteran kini telah dapat mengungkapkan fisiologi alat reproduksi dari segala segi, sehingga manusia dapat mempengaruhi jalannya reproduksi dengan teknik yang akseptabel. Disamping data-data demografi yang tersedia, lebih meyakinkan kita akan pentingnya Keluarga Berencana. Tujuannya untuk membuat manusia bahagia, sejatera, dan makmur spiritual tanpa membedakan golongan suku bangsa, agama, atau lapisan dari masyarakat mana manusia tadi (Sriudayani, 2003).

Manusia umumnya selalu merencanakan setiap apa yang ingin diperbuatnya, demikian pula dengan suatu keluarga karena besarnya suatu keluarga membutuhkan biaya pemeliharaan, pendidikan dan sebagainya yang harus ditanggung oleh kepala keluarga. Kesehatan keluarga akan jauh lebih baik bila pengendalian kesuburan berjalan dengan efisien, diharapkan agar semua orang tua atau calon orang tua meminta nasihat dokter atau bidan mengenai pengendalian kesuburan.

Didalam masyarakat modern, orang harus mengetahui bahwa kedatangan seorang bayi setiap tahun atau setiap dua tahun bukanlah hal yang tak dapat dihindari. Bila mereka ingin menjarangkan kehamilan atau membatasi jumlah anak, seharusnya mereka dapat memperoleh pertolongan yang diperlukan dengan baik. Kehamilan dengan anak yang tidak diinginkan, selalu merupakan beban berat bagi umat manusia dan sekarang setelah kebebasan dari kehamilan yang tidak diinginkan dapat dimungkinkan, kebanyakan memandang kebebasan ini sebagai hak asasi manusia.

Pemerintah yang menerima pendapat tersebut, ingin menerima KB untuk kepentingan rakyatnya sebagai perseorangan, akan tetapi terlepas dari satu hal tersebut pemerintah yang berpandangan jauh kedepan harus menaruh perhatian terhadap KB dalam hubungannya dengan besarnya jumlah penduduk negara dimasa yang akan datang.

Perkembangan penduduk yang terlalu cepat akan menghambat perkembangan ekonomi. Di negara-negara yang penduduknya berkembang cepat, 40-50 persen penduduknya akan berumur kurang dari 15 tahun, pemberian makan dan pendidikan kepada anak-anak yang belum produktif ini memerlukan biaya yang sangat besar sehingga dana yang dapat digunakan untuk mengembangkan industri-industri baru dan pertanian yang lebih maju tidaklah mencukupi menaikkan taraf penghidupan  (Haryati, 2005).

Dewasa ini dikebanyakan Negara, jumlah orang yang ingin membatasi kehamilan mereka melebihi yang ingin mempunyai keluarga besar. Hal ini berarti bahwa pada umumnya suatu usaha KB yang efisien akan cenderung untuk mengurangi pertambahan penduduk.

Dalam fertilitas, tinggi rendahnya tingkat kelahiran bayi dari seorang wanita dipengaruhi oleh struktur umum, banyaknya perkawinan, usia pada waktu perkawinan, penggunaan alat kontrasepsi, sosial budaya, serta kemampuan ekonomi dari seorang wanita (Firman Lubis, 1982 :27). Sri Hartanti Hatmaji (1981 :61) menambahkan bahwa melahirkan lebih dari satu kali adalah hal yang biasa dari seorang istri. Oleh karena itu muncul unsur pilihan (choice) antara melahirkan lagi atau tidak. Pilihan ini tergantung pada beberapa hal, antara lain pendidikan yang dimiliki pasangan suami istri, jumlah anak yang telah mereka miliki, tingkat ekonomi pasangan dan sebagainya.

Adanya perbedaan dalam penerimaan program KB dan kelangsungan pemakaian alat kontrasepsi antara masyarakat satu dengan masyarakat lain, perbedaan ini dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi, pendidikan, budaya, dan perbedaan faktor pelayanan dan alat kontrasepsi serta fasilitas klinik yang tersedia.