Menurut Fordet.al(2002) 33% remaja perempuan yang menjadi ibu tidak menerima perawatan prenatal yang adekuat. Padahal remaja yang menjadi ibu dan bayinya mempunyai risiko yang lebih besar terhadap timbulnya masalah kesehatan jika dibandingkan ibu yang lebih tua dan bayinya. AGI, (2002);Martin,et.al (2003) juga mengatakan risiko yang berhubungan dengan kehamilan dini terkait dengan faktor-faktor seperti status ekonomi yang rendah, perawatan prenatal yang kurang, nutrisi yang tidak adekuat dan praktik gaya hidup yang tidak sehat (dalam Maurer &Smith, 2007).
Komponen esensial program prenatal untuk mengurangi BBLR harus mencakup: 1) screening perilaku yang berisiko, 2) pengkajian risiko berkelanjutan, 3)perawatan individu dan manajemen kasus,4)konseling nutrisi,5)pendidikan kesehatan yang bertujuan untuk mengurangi kebiasaan yang tidak sehat, dan 6)pelayanan support sosial. Program prenatal yang baik juga harus mencakup persiapan untuk persalinan dan melahirkan, pengenalan perawatan bayi baru lahir, dan pilihan penggunaan kontrasepsi post partum (Maurer&Smith, 2007).
Menurut Neamsakul (2008), kebutuhan selama hamil terdiri atas sendiri dan kebutuhan untuk si bayi. Kebutuhan untuk remaja dibagi menjadi kebutuhan fisik dan kebutuhan emosional. Kebutuhan fisik selama hamil dapat berupa kebutuhan pemeriksaan fisik, kebutuhan informasi untuk kesehatan remaja dan janin, nasehat tentang praktik selama kehamilan, perawatan bayi baru lahir, cara untuk mengurangi ketidaknyamanan selama hamil serta dukungan positif dari pemberi pelayanan kesehatan. Kebutuhan emosional dapat berupa cinta dan kepedulian, pemahaman dari orang lain, dukungan,k eamanan, perasaan nyaman. Sedangkan kebutuhan untuk bayi antara lain meliputi konfirmasi tentang kesehatan bayi, jenis kelamin bayi, nasehat untuk melindungi bayi dari penyakit dan kebutuhan hidup si bayi seperti pakaian, susu dan kasih sayang untuk si bayi.
