Analisis jalur dikembangkan pada tahun 1920-an oleh seorang ahli genetika yaitu oleh
Sewall Wright (Joreskog dan Sorbom, 1996; Johnson dan Wichern, 1992). Analisis
merupakan pengembangan korelasi yang diurai menjadi beberapa interprestasi akibat yang
ditimbulkannya. Analisis jalur memiliki kedekatan dengan regresi berganda, sehingga regresi
berganda adalah bentuk khusus analisis jalur. Teknik ini dikenal sebagai model sebab-akibat.
“Analisis jalur ialah salah satu teknik untuk menganalisis hubungan sebab-akibat yang terjadi
pada regresi berganda jika variabel bebasnya mempengaruhi variabel tergantung tidak hanya
secara langsung, tetapi juga secara tidak langsung” (Robert D. Rutherford, 1993). Defenisi
lain mengatakan “Analisis jalur merupakan pengembangan langsung bentuk regresi berganda
dengan tujuan untuk memberikan estimasi tingakat kepentingan dan signifikasi hubungan
sebab-akibat hipotetikal dalam perangkat variabel” (Paul Webley, 1997). Pengertian lain
mengatakan “Analisi jalur adalah model perluasan regresi yang digunakan untuk menguji
keselaran matriks korelasi dengan dua atau lebih model hubunga sebab-akibat yang
dindingkan oleh peneliti (David Garson, 2003).
Model analisis jalur digunakan untuk menganaisis palo hubungsn antar variabel dengan
tujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung seperangkat variabel bebas
(exogen) terhadap variabel terikat ( endogen). Oleh sebab itu, rumusan masalah penelitian
dalam kerangka analisis jalur adalah:
a. Apakah variabel eksogen (X1, X2, X3,….., Xn) berpengaruh terhadap variabel
endogen.
b. Berapa besar pengaruh kausal langsung, kausal tidak langsung, kausal total
maupum stimulan seperangkat variabel eksogen (X1, X2, X3,….., Xn) terhadap
variabel endogen.
