Indonesian Family Life Survey (IFLS) (skripsi dan tesis)

Indonesia Family Live Survey (IFLS) atau Survei Aspek Kehidupan Rumah
Tangga Indonesia (SAKERTI) adalah survei rumah tangga, komunitas dan fasilitas
yang dilakukan di negara berkembang oleh RAND (Research ANd Development),
bekerja sama dengan lembaga penelitian di masing–masing survei. Selain di
Indonesia survei ini juga dilakukan dibeberapa Negara berkembang lainnya seperti
Malaysia (1976-1977, 1988-1989), Guatemala (1995) dan Bangladesh (1996).
IFLS merupakan survei longitudinal rumah tangga Indonesia dan merupakan survei
paling komprehensif yang pernah dilakukan di Indonesia. Survei ini adalah studi
panel rumah tangga, individu dan fasilitas umum yang berlangsung secara
terintegrasi lima gelombang semenjak tahun 1993 di 24 provinsi di Indonesia yaitu
provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bangka
Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, seluruh provinsi di Jawa, Bali, NTB, seluruh
provinsi di Kalimantan, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. IFLS gelombang 5
dilakukan pada akhir 2014 dengan jumlah 15.900 rumah tangga dan 709 komunitas
dengan jumlah individu dalam rumah tangga sebanyak 50.000 individu yang
merupakan kolaborasi dari RAND dan Survey METER (Strauss, Witoelar, &
Bondan, 2016: 4).
Sampel awal dari rumah tangga dan masyarakat dimulai pada tahun 1993
(IFLS-1) sebagai baseline di 13 provinsi Indonesia mencakup 321 area pencacahan
(enumeration areas) dengan 7200 rumah tangga dan 16.300 individu. Sampel IFLS
mencapai 83% dari jumlah populasi pada tahun 1993. Kemudian kembali di survei
pada akhir 1997 (IFLS-2) dengan persentase responden yang dapat dihubungi
mencapai 94,4%, sampel mencapai 7.600 rumah tangga dan 25.000 individu. Pada
tahun 1998, 25% dari sampel atau sekitar 2000 rumah tangga kembali di survei
pada akhir 1998 (IFLS2+1998). Namun data tersebut tidak di publikasikan untuk
umum. RAND melakukan survei IFLS2+1998 setahun setelah IFLS-2 bertujuan
untuk melihat dampak krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia pada kurun waktu
1997 sampai 1998. Tahun 2000 kembali dilakukan survei (IFLS-3) dengan
persentase responden yang dapat dihubungi mencapai 95.3% dengan sampel 10.400
rumah tangga dan 31.000 individu. Persentase responden yang dapat dihubungi
kembali dengan nilai tinggi juga dapat dipertahankan pada IFLS-4 tahun 2007
dengan jumlah 13.500 rumah tangga dan 43.000 individu yang diwawancarai.
Jumlah peningkatan sampel menjadi 15.900 rumah tangga dan 50.000 individu
diwawancarai pada IFLS-5 tahun 2014. Persentase responden yang dapat dihubungi
mencapai 90,5% dari IFLS 1, 2, 3 dan 4. Serta 92% responden yang dapat dihubungi
dari rumah tangga asli pada IFLS-1 (Strauss, Witoelar, & Bondan, 2016: 50).
Pada tahun 2012, RAND bersama Survey METER meluncurkan IFLS-East
untuk melihat kondisi provinsi-provinsi Indonesia bagian timur. Survei
mengumpulkan data di tingkat individu, rumah tangga dan masyarakat dimana
mereka tinggal serta kesehatan dan fasilitas pendidikan pada komunitas tersebut.
Survei ini dilakukan pada sekitar 10.000 individu dan 2.500 rumah tangga di
komunitas (wilayah pencacahan) yang tersebar di tujuh provinsi di Indonesia
bagian timur yaitu Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara,
Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua (Sikoki et al, 2013: 1).