Hubungan Kapabilitas Dinamik dengan Kinerja Inovasi (skripsi dan tesis)

Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa kapabilitas dinamik (dynamic capabilities) memengaruhi kinerja inovasi suatu perusahaan (Cabral, 2010; Chang et al., 2012). Menurut Cabral (2010), suatu perusahaan yang memiliki tingkat kapabilitas adaptif, absorptif, dan inovatif yang tinggi, pengembangan inovasinya tidak hanya berfokus orientasi pada tingkat keuntungan yang tinggi tetapi juga pada lingkungan dan ekuitas sosial. Dalam hal ini, perusahaan mengarahkan strategi inovasinya berfokus pada hasil-hasil yang berkelanjutan, yang kapabilitas dinamik menjadi pusat pengembangan kapabilitas perusahaan, yang menghasilkan tingkat kontinuitas penciptaan produk-produk atau jasa baru yang lebih tinggi. Sebaliknya, tingkat kapabilitas adaptif, absorptif, dan inovatif yang rendah menyebabkan tingkat kontinuitas penciptaan produk dan jasa baru yang rendah juga. Oleh karena itu, hasil inovasi yang berkelanjutan adalah lebih signifikan pada perusahaan-perusahaan yang tingkat kapabilitas adaptif, absorptif, dan inovatifnya tinggi, sehingga perusahaan-perusahaan yang menjalankan strategi inovatif lah yang akan berperan.
Menurut Chang et al (2012), perusahaan-perusahaan yang fokus pada pelanggan cenderung menyusun kembali kapabilitas organisasinya, yaitu dengan menginovasi produk dan jasanya agar sesuai dengan keinginan dan pengalaman pengunaan pelanggan. Inovasi dan kapabilitas dinamik perusahaan-perusahaan secara signifikan dipengaruhi oleh posisi dan alur perkembangan sebelumnya dalam industri tersebut. Adapun aspek-aspek kapabilitas dinamik (dynamic capabilities) yang berpengaruh terhadap kinerja inovasi adalah adaptive capabilities, absorptive capabilities, dan innovative capabilities (Wang dan Ahmed, 2007; Oktemgil dan Go