Return Saham (skripsi dan tesis)

Menurut Jogiyanto (2015), return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Kusumawati (2014) juga menjelaskan bahwa return saham merupakan income yang diperoleh oleh pemegang saham sebagai hasil dari investasinya di perusahaan tertentu. Return saham dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu return realisasi (realized return) dan return ekspektasi (expected return). 2.6.1 Return realisasi (realized return) Return realisasi merupakan return yang sudah terjadi yang dihitung berdasarkan data historis. Return realisasi ini penting dalam mengukur kinerja perusahaan dan sebagai dasar penentuan return dan risiko di masa yang akan 25 datang. Return realisasi merupakan capital gain/loss yaitu selisih antara harga saham periode saat ini (Pit) dengan harga saham periode sebelumnya (Pit-1). 2.6.2 Return ekspektasi (expected return) Return ekspektasi merupakan return yang diharapkan terjadi di masa yang akan datang dan masih bersifat tidak pasti (Jogiyanto, 2015). Return ekspektasi dapat dihitung dengan menggunakan beberapa model estimasi yaitu : 1. Mean adjusted model Model disesuaikan rata–rata (mean adjusted model) ini menganggap bahwa return ekspektasi bernilai konstan yaitu sebesar nilai rata–rata return aktual sebelumnya selama periode estimasi. Periode estimasi (estimation period) umumnya merupakan periode sebelum peristiwa. Periode peristiwa (event period) disebut juga dengan periode pengamatan atau jendela peristiwa (event window). 2. Market model Perhitungan return ekspektasi dengan model pasar (market model) ini dapat dibentuk menggunakan teknik regresi OLS (Ordinary Least Square) dilakukan dengan dua tahap, yaitu : a. Membentuk model ekspektasi dengan menggunakan data realisasi selama periode estimasi. b. Menggunakan model ekspektasi ini untuk mengestimasi return ekspektasi di periode jendela. 26 3. Market adjusted model Model kesesuaian pasar (market adjusted model) ini menganggap bahwa penduga yang terbaik untuk mengestimasi return suatu sekuritas adalah return indeks pasar pada saat tersebut. Manfaat menggunakan model ini adalah tidak perlu menggunakan periode estimasi untuk membentuk model estimasi karena return sekuritas yang diestimasi adalah sama dengan indeks pasar. Indeks pasar yang dapat dipilih untuk pasar BEI misalnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)