Pada masa remaja terjadi perubahan masa dimana individu tumbuh menjadi dewasa. Dalam perkembangannya ini maka remaja akan mengalami perubahan tidak hanya fisik, psikis serta status sosial dimana posisi yang sebagian diberikan oleh orangtua ketika masa anak-anak akan berubah seiring dengan status yang didapatkannya sendiri selanjutnya memberikan prestise tertentu padanya (Ausubel dalam Monks 2006).
Secara singkat maka sejumlah besar tugas-tugas perkembangan berkaitan dengan perubahan dalam masa remaja adalah sebagai berikut:
- perkembangan aspek-aspek biologis
- menerima peranan dewasa berdasarkan pengaruh kebiasaan masyarakat sendiri
- mendapatkan kebebasan emosional dari orang tua dan/atau kebiasaan masyarakat sendiri
- mendapatkan pandangan hidup sendiri
- merealisasi suatu indentitas sendiri dan mengadakan partisipasi dalam kebudayaan pemuda sendiri Petro Bloss (dalam Sarwono, 1994)
Banyak terjadi perkembangan secara fisik dan sosial pada seluruh kehidupan masa remaja, diantaranya:
- Perkembangan Fisik
Perkembangan fisik pada masa remaja berlangsung sangat cepat yang meliputi ukuran tubuh baik komposisi dan proporsinya. Masa remaja juga ditandai dengan mulai berfungsinya alat reproduksi ditandai haid pada wanita dan mimpi basah pada laki-laki serta tumbuhnya tanda-tanda seksual sekunder.
Muss dalam Sarwono (1994) membuat perubahan fisik tersebut pada anak perempuan yaitu: pertumbuhan tulang-tulang, badan menjadi tinggi, anggota-anggota badan menjadi panjang, pertumbuhan payudara, tumbuh bulu yang halus dan lurus berwarna gelap di kemaluan, mengalami pertumbuhan dan tinggi badan, bulu kemaluan menjadi keriting, haid, serta tumbuh bulu-bulu di ketiak. Sementara perubahan pada anak laki-laki perubahan fisik meliputi: pertumbuhan tulang, testis (buah pelir) membesar, tumbuh bulu kemaluan yang halus, lurus, dan berwarna gelap, awal perubahan suara, ejakulasi, bulu kemaluan menjadi keriting, mengalami pertumbuhan dan tinggi badan, tumbuh bulu-bulu halus di wajah (kumis, jenggot), tumbuh bulu ketiak, perubahan suara, rambut-rambut diwajah bertambah tebal dan gelap, tumbuh bulu-bulu di dada
Pada wanita indung telur (ovarium) memproduksi hormon progesteron dan hormon estrogen. Hormon estrogen mempengaruhi timbulnya tanda-tanda seksual sekunder. Hormon progesteron bertugas mematangkan dan mempersiapkan sel telur (ovum) sehingga siap untuk dibuahi. Jika terjadi pembuahan progesteron mengembangkan sel telur menjadi janin. Hurlock (1994) mengatakan bahwa cirri-ciri seksual sekunder berada pada tingkat perkembangan yang matang pada akhir masa remaja. Alat-alat reproduksi menjadi lebih siap pada akhir masa remaja.
Perubahan fisik dan pertumbuhan tanda-tanda seksual disebabkan oleh hormone, zat kimia yang dibuat organ tubuh tertentu yang dinamakan kelenjar. Hormon gonadotropik adalah hormone yang bertanggungjawab pada pertumbuhan tanda-tanda seksual dan bertanggungjawab penuh dalam produksi sel telur dan spermatozoa. Pada pria testis memproduksi hormone androgen dan testosteron yang menyebabkan timbulnya nafsu seksual (libido). Testis juga memproduksi spermatozoa, yaitu benih laki-laki yang apabila bertemu dengan telur (ovum) dalam rahim akan terjadi pembuahan.
- Perkembangan Sosial
Masa remaja merupakan masa yang paling banyak mengalami perubahan dalam segi sosial. Apabila dimasa kanak-kanak mereka masih sangat tergantung pada orangtuanya maka pada masa remaja mereka berusaha melepaskan diri dari orangtua dan berusaha menemukan dirinya, mencapai otonomi diri dan mendapat pengakuan serta ingin ber mandiri (Hurlock,1994).
Masrers dkk (1986) mengatakan bahwa periode remaja adalah masa yang sulit dan banyak perubahan. Pada masa ini terdapat tuntutan secara psikososial yang meliputi banyak hal yaitu: remaja menjadi lebih mandiri dari orangtua, lebih banyak berinteraksi dengan teman sebaya, dapat bertanggungjawab terhadap diri sendiri, dan yang paling penting pada masa remaja mereka harus dapat menguasai peran sesuai dengan jenis kelaminnya. Tugas remaja dalam peran seksualitasnya antara lain: belajar mengendalikan perasaan danĀ seksual, mempelajari berbagai persoalan dalam aktivitas seksual dan mempelajari bagaimana mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.
