Kedua tangan kita selalu terlibat dalam setiap aktifitas kita. Tangan yang kotor akan memudahkan mikroorganisme pathogen masuk ke tubuh kita. Ada beberapa aktifitas kita yang mengharuskan kita untuk melakukan cuci tangan setelah maupun sebelum kita melakukan aktifitas tersebut. Waktu yang tepat untuk mencuci tangan adalah (Kemenkes RI, 2011) :
- Sebelum dan sesudah makan
- Sebelum memegang makanan
- Setelah buang air besar dan juga air kecil
- Setelah menyentuh unggas/hewan, termasuk unggas/hewan piaraan
- Setelah bermain/berolahraga
- Sebelum mengobati luka
- Sebelum melakukan kegiatan apapun yang memasukkan jari – jari ke
dalam mulut atau mata
- Setelah membuang ingus dan membuang sampah
- Setelah memegang uang
- Setelah memegang sarana umum
- Sebelum masuk kelas
- Sebelum masuk kantin
Beberapa waktu tersebut perlu kita biasakan kepada anak sekolah agar menjadi kebiasaan yang baik setelah mereka dewasa nanti.
Sedangkan cuci tangan bagi kalangan pekerja di rumah sakit (dokter, perawat, analis, apoteker, rekam medis dan semua komponen yang ada kaitannya dengan rumah sakit), menurut WHO (2009) waktu yang diharuskan bagi mereka untuk melakukan cuci tangan adalah :
- Sebelum kontak dengan pasien
- Sebelum melakukan tindakan aseptik kapada pasien
- Setelah kontak dengan pasien
- Setelah selesai melakukan tindakan terhadap pasien
- Setelah kontak dengan lingkungan pasien
Hal tersebut perlu dilakukan oleh para petugas kesehatan untuk mencegah penularan penyakit baik kepada petugas rumah sakit maupun kepada pasien yang lain. Sehingga di rumah sakit perlu digalakkan program mencuci tangan sebelum ataupun sesudah kontak dengan pasien.
Dalam penelitian ini akan mendsarkan pada pengukuran cuci tangan berdasarkan teori Notoatmodjo yang selanjutnya dikembangkan dalam penelitian Nurul (2014) dimana kebiasaan cuci tangan pakai sabun diukur berdasarkan dimensi dalam sikap yaitu a). Menerima (receiving). Menerima diartikan bahwa orang mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan. b). Merespon (responding). Memberikan jawaban Memberikan jawaban bila di tanya, mengerjakan atau menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap merespon c) Menghargai (valuing) Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan suatu masalah adalah suatu indikasi tingkat tiga. d) Bertanggung jawab (responsibility) Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dipilihnya dengan segala resiko adalah sikap yang paling tinggi.
