Manfaat Pendidikan Kesehatan Pre Operasi (skripsi dan tesis)

Program intruksi berupa pendidikan kesehatan telah dikenal sejak lama.
Setiap pasien diajarkan sebagai seorang individu, dengan
mempertimbangkan segala keunikan ansietas, kebutuhan dan harapanharapannya. Idealnya, pendidikan kesehatan dibagi dalam beberapa
periode waktu untuk memungkinkan pasien mengasimilasi informasi dan
untuk mengajukan pertanyaan ketika timbul pertanyaan. Pada
kenyataannya, perawat harus membuat penilaian tentang seberapa banyak
yang pasien ingin dan harus ketahui. Pada beberapa contoh, terlalu rinci
malah meningkatkan tingkat kecemasan pasien (Smeltzer & Bare, 2002).
Pendidikan kesehatan preoperatif memiliki manfaat yang sangat positif
untuk pasien, baik dalam mempersiapkan mental sebelum dilakukannya
pembedahan itu sendiri ataupun mempersiapkan pasien pada post operasi.
Pendidikan (penyuluhan) kesehatan pre operasi tentang perilaku yang
diharapkan dilakukan oleh pasien pada pascaoperatif, yang diberikan
melalui format yang sistematik dan terstruktur sesuai dengan prinsipprinsip belajar mengajar, mempunyai pengaruh yang positif bagi
pemulihan pasien. Menurut Potter dan Perry (2006), pendidikan kesehatan
preoperatif yang terstruktur dapat mempengaruhi beberapa faktor
pascaoperatif, antara lain:
a. Kapasitas fungsi fisik, pendidikan kesehatan meningkatkan
kemampuan klien melakukan aktivitas sehari-hari secara lebih awal
b. Perasaan sehat, klien yang telah dipersiapkan untuk menjalani
pembedahan memiliki kecemasan yang lebih rendah dan menyatakan
rasa sehat secara psikologis yang lebih besar
c. Lama rawat inap di rumah sakit, pendidikan kesehatan preoperatif
secara terstuktur dapat mempersingkat waktu rawat inap klien di
rumah sakit