Hipertensi disebabkan oleh berbagai faktor yang sangat
mempengaruhi satu sama lain. Kondisi masing-masing orang tidak
sama sehingga faktor penyebab tekanan darah tinggi pada setiap
orang sangat berlainan.
1) Faktor yang tidak dapat diubah
a) Genetik
Adanya faktor genetik pada keluarga tertentu akan
menyebabkan keluarga tersebut mempunyai risiko menderita
hipertensi. Individu dengan orang tua hipertensi mempunyai
risiko dua kali lebih besar untuk menderita hipertensi daripada
individu yang tidak mempunyai keluarga dengan riwayat
hipertensi.
b) Umur
Kepekaan terhadap hipertensi akan meningkat seiring
dengan bertambahnya umur seseorang. Individu yang berumur
di atas 60 tahun, 50-60% mempunyai tekanan darah lebih besar
atau sama dengan 140/90 mmHg. Hal itu merupakan pengaruh
degenerasi yang terjadi pada orang yang bertambah usianya.
c) Jenis Kelamin
Hipertensi pada usia dewasa muda lebih banyak terjadi pada
pria. Usia 55 tahun, sekitar 60% penderita hipertensi adalah
wanita. Hal ini berkaitan dengan adanya hormon estrogen.
Wanita yang belum mengalami menopause, hormon estrogen
berperan meningkatkan High Density Lipoprotein (HDL) yang
melindungi pembuluh darah dari kerusakan. Seiring
bertambahnya usia, hormon estrogen akan berkurang dan
menyebabkan wanita rentan mengalami hipertensi setelah
menopause.
d) Etnis
Setiap etnis memiliki kekhasan masing-masing yang
menjadi ciri khas dan pembeda satu dengan lainnya. Tekanan
darah tinggi banyak terjadi pada orang berkulit hitam daripada
yang berkulit putih. Belum diketahui secara pasti penyebabnya,
namun pada orang berkulit hitam ditemukan kadar renin yang
lebih rendah dan sensitivitas terhadap vasopressin yang besar.
2) Faktor yang dapat diubah
a) Stres
Stres merupakan respon tubuh yang bersifat non spesifik
terhadap tuntutan beban. Stres dapat berhubungan dengan
pekerjaan, kelas sosial, ekonomi, dan karakteristik personal.
Stres akan meningkatkan curah jantung sehingga akan
menstimulasi aktifitas saraf simpatik. Stres yang dialami
seseorang akan membangkitkan saraf simpatik yang akan
memicu kerja jantung dan akan meningkatkan tekanan darah.
b) Kegemukan (Obesitas)
Kegemukan (obesitas) juga merupakan salah satu faktor
yang menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit berat
seperti hipertensi. Penderita obesitas berisiko hipertensi lima
kali lebih tinggi dibanding mereka yang memiliki berat badan
normal. Kurangnya aktivitas dan terlalu banyak menerima
asupan kalori dapat menimbulkan obesitas. Penderita obesitas
akan mengalami kekurangan oksigen sehingga jantung harus
bekerja lebih keras.
c) Asupan Makan
Asupan makan yang menjadi penyebab terpenting dalam
terjadinya hipertensi adalah natrium. Asupan garam yang tinggi
dapat menimbulkan perubahan tekanan darah. Garam tersebut
didapat dari makanan-makanan asin atau gurih yang dimakan
setiap hari.
d) Merokok
Nikotin dalam rokok merangsang pelepasan adrenalin
sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah, denyut nadi,
dan tekanan kontraksi jantung. Selain itu merokok juga dapat
menyebabkan peningkatan kolesterol yang meningkatkan risiko
terjadinya hipertensi.
e) Alkohol
Penggunaan alkohol secara berlebihan juga akan memicu
tekanan darah seseorang. Selain tidak bagi tekanan darah,
alkohol juga membuat seseorang menjadi kecanduan yang akan
sangat menyulitkan untuk dilepas.
f) Kurang Olahraga
Zaman modern ini banyak kegiatan yang dapat dilakukan
secara cepat dan praktis. Manusia pun cenderung mencari segala
sesuatu yang mudah dan praktis sehingga tubuh tidak banyak
bergerak. Selain itu kesibukan yang luar biasa, membuat
seseorang merasa tidak mempunyai waktu untuk berolahraga.
Kondisi ini yang memicu kolesterol tinggi dan juga tekanan
darah yang terus menguat sehingga memicu hipertensi.
Selain
itu orang-orang yang kurang aktif cenderung memiliki detak
jantung lebih cepat yang membuat otot jantung harus bekerta
lebih keras pada setiap kontraks
