Sifat-Sifat Makna Hidup (skripsi dan tesis)

Menurut Frankl (2003) karakteristik makna hidup meliputi tiga sifat, yaitu:
a. Makna hidup sifatnya unik dan personal, apa yang dianggap berarti bagi
satu individu belum tentu berarti bagi individu lain. Bahkan mungkin
apa yang dianggap penting dan bermakna pada saat ini oleh individu,
belum tentu sama bermaknanya bagi individu itu pada saat yang lain.
Dalam hal ini makna hidup dan apa yang bermakna bagi individu
biasanya bersifat khusus, berbeda dengan individu lain, dan mungkin
dari waktu ke waktu berubah pula kebermaknaan hidup tersebut.
b. Makna hidup sifatnya spesifik dan konkrit, dapat ditemukan dalam
pengalaman dan kehidupan nyata sehari-hari dan tidak selalu harus
dikaitkan dengan tujuan-tujuan idealis, prestasi-prestasi akademis yang
tinggi, atau hasil-hasil filosofis yang kreatif.
c. Makna hidup sifatnya memberi pedoman dan arah terhadap kegiatankegiatan yang dilakukan, artinya makna hidup seakan-akan menantang
(challenging) dan mengundang (inviting) individu untuk memenuhi
makna hidup. Begitu makna hidup ditemukan dan tujuan hidup
ditentukan, maka individu akan terpanggil untuk melaksanakan dan
memenuhi makna hidup tersebut. Kegiatan-kegiatan yang dilakukanpun
menjadi lebih terarah.
Bastaman (2007) menjelaskan makna hidup tidak dapat diberikan oleh
siapapun melainkan harus dicari dan ditemukan sendiri. Berdasarkan uraian di atas,
dalam kehidupan ini tidak selalu menawarkan kesenangan dan ketenangan, tetapi
sebagai keseimbangan kehidupan ini juga menyediakan ketegangan dan
penderitaan. Makna hidup harus dicari dan dipenuhi, serta tantangan-tantangan
yang ada harus dihadapi dan dijawab. Hal ini terjadi karena setiap orang
menginginkan dirinya menjadi orang yang berguna dan berharga bagi keluarga,
lingkungan masyarakat, serta bagi diri sendiri