Pengertian Makna Hidup (skripsi dan tesis)

Setiap manusia menginginkan kehidupan yang penuh arti, makna, dan
fungsi. Frankl mengungkapkan bahwa kebermaknaan hidup sebagai keadaan yang
menunjukkan sejauh mana seseorang telah mengalami dan menghayati
keberadaan hidupnya menurut sudut pandang dirinya sendiri (dalam Anggriany
2006:52). Apabila seseorang telah mampu membuat sebuah keputusan dalam
hidupnya diantara pilihan-pilihan yang ada, maka orang tersebut sudah mencapai
kebermaknaan hidup (Ancok dalam Frankl 2006:vii). Kebermaknaan hidup dapat
diwujudkan dalam sebuah keinginan untuk menjadi orang yang berguna untuk
orang lain. Makna yang baik akan mengembangkan setiap insan menjadi orang
yang berguna tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk orang lain.
Pernyataan Frankl di atas menunjukkan bahwa sesuatu dinilai bermakna
atau tidak tergantung penilaian individu masing-masing. Makna hidup merupakan
sesuatu yang unik dan khusus artinya hanya bisa dipenuhi oleh orang yang
bersangkutan sehingga bisa memiliki arti yang bisa memuaskan keinginan orang
tersebut untuk mencari makna hidup (Frankl 2006:110). Selanjutnya dikatakan
bahwa upaya manusia untuk mencari makna hidup merupakan motivator utama
dalam hidupnya dan bukan rasionalisasi sekunder yang muncul karena dorongandorongan naluriahnya (Frankl 2006:110).
Makna hidup adalah hal-hal khusus yang dirasakan penting dan diyakini
sebagai sesuatu yang benar serta layak dijadikan sebagai tujuan hidup yang harus
diraih. Makna hidup ini bila berhasil dipenuhi akan menyebabkan kehidupan
seseorang dirasakan penting dan berharga yang pada gilirannya akan
menimbulkan penghayatan bahagia (Bastaman, 2000 : 73). Frankl mengartikan
rnakna hidup sebagai kesadaran akan adanya satu kesempatan atau kemungkinan
yang dilatarbelakangi oleh realitas atau menyadari apa yang bisa dilakukan
pada situasi tertentu (Frankl, 2004:221).
Menurut Abraham Maslow (dalam Sumanto 2006:122) kebermaknaan
hidup adalah meta motives atau meta needs atau kebutuhan yang berkembang,
yang bekerja sesuai dengan aturan. Meta motives memerlukan pemenuhan utnuk
fungsi kesehatan dan menghasilkan sakit dan penyakit jika tidak terpenuhi.
Pemenuhan kebermaknaan hidup secara total adalah idealisme. Setiap individu
bebas memilih kebermaknaannya. Maslow menambahkan bahwa kodrat alamiah
manusia adalah kemampuan spiritual kemampuan spiritual dapat diwujudkan
dalam bentuk penggalian diri individu berupa aktualisasi diri melalui keputusankeputusan yang nantinya akan meningkatkan mutu dan isinya.
Yalom (dalam Sumanto 2006:123) menjelaskan bahwa kebermaknaan
hidup tidak muncul di luar individu, individu sendiri yang menciptakan
kebermaknaan hidupnya masing-masing. Kebermaknaan hidup bersumber pada
keyakinan dalam diri sehingga seharusnya manusia berjuang untuk
mengaktualisasikan dirinya bahkan seharusnya manusia membaktikan dirinya
untuk merealisasikan potensi-potensi yang dimiliki.
Menurut Schultz (dalam Oktafia, 2008:3), makna hidup adalah memberi
suatu maksud bagi keberadaan seseorang dan memberi seseorang kepada suatu
tujuan untuk menjadi manusia seutuhnya. Menurutnya keberadaan seseorang
(manusia) adalah bagaimana cara dalam menerima nasib dan keberaniannya dalam
menahan penderitaan. Schultz juga menyatakan manusia dapat memkanai
hidupnya dengancara bekerja, karena dengan bekerja individu dapat
merealisasikan dirinya dan mentransendenkan diri mereka.