Model servqual yang telah diteliti sebelumnya dianggap sebagai persepsi servqual yang didasarkan pada beberapa dimensi saja atau dengan kata lain indikator dari mayoritas studi yang telah dilakukan sama. Gronroos ( 1984) dalam Suuroja (2003) mencoba mengangkat persepsi pelanggan dalam proses pelayanan yang dibagi menjadi dua dimensi yaitu : 1 . Kualitas teknis – dimensi hasil atau apa processleads untuk bagi pelanggan sebagai hasil dari dia proses 2 . Kualitas fungsional – dimensi proses atau bagaimana fungsi dari proses pelayanan 34 Sedangkan Lehtinen dan Lehtinen JR ( 1991) dalam Suuroja (2003) telah mengusulkan bahwa servqual dapat dilihat sebagai tiga dimensi 1 . Kualitas fisik 2 . kualitas interaktif 3 . Mutu Perusahaan Brady Cronin ( 2001) dalam Suuroja (2003) mengemukakan bahwa setiap dimensi utama dari servqual ( interaksi , environment dan hasil ) memiliki tiga subdimensi dan pelanggan agregat evaluasi mereka Subdimensi untuk membentuk persepsi mereka tentang kinerja organisasi pada masing-masing dari tiga dimensi utama . Brady Cronin ( 2001) dalam Suuroja (2003) menganggap servqual yang terdiri dari tiga komponen dan menambahkan sepertiga – lingkungan pelayanan kepada Gronroos dua dimensi kualitas thecnical ( hasil layanan ) dan kualitas fungsional ( interaksi pelanggan )
