Indikator Lingkungan Kerja Non Fisik

Wahyudin dan Astuti (2020) menyatakan bahwa indikator yang dapat
mengukur lingkungan kerja non fisik, yaitu

  1. Prosedur kerja, adalah rangkaian tata pelaksanaan kerja yang di
    atur secara berurutan, sehingga terbentuk urutan kerja secara
    bertahap dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
  2. Standar kerja, adalah persyaratan tugas, fungsi atau perilaku
    yang ditetapkan oleh pemberi kerja sebagai sasaran yang harus
    dicapai oleh seorang karyawan.
  3. Pertanggung jawaban supervisor, tanggung jawab seorang
    supervisor untuk menyusun tugas karyawan agar dapat
    dikerjakan secara efektif dan adil. Supervisor juga bertanggung
    jawab mengadakan evaluasi karyawan untuk menjamin
    pencapaian sasaran yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.
  4. Kejelasan tugas, yaitu sejauh mana pekerjaan itu menuntut
    diselesaikannya seluruh potongan kerja secara utuh dan dapat
    dikenali oleh karyawan. Dalam hal ini karyawan dituntut untuk
    memahami dan mampu melaksanakan pekerjaan mereka
    berdasarkan instruksi dari atasan.
  5. Sistem penghargaan, sistem imbalan atau sistem penghargaan
    (reward system) adalah sebuah program yang digunakan untuk
    mengenali prestasi individual karyawan, seperti pencapaian
    sasaran atau proyek atau penggunaan ide-ide kreatif.
  6. Hubungan antar karyawan, yaitu hubungan dengan rekan kerja
    harmonis dan tanpa ada saling intrik diantara sesama rekan
    kerja. Salah satu faktor yang mempengaruhi karyawan tetap
    tinggal dalam satu organisasi adalah adanya hubungan yang
    harmonis diantara rekan kerja