Faktor Stres Kerja


Menurut Robbin & Judge (2008) dalam Saraswati, (2017), ada beberapa
faktor yang mempengaruhi stres di tempat kerja, yaitu sebagai berikut :

  1. Faktor Lingkungan
    Salah satu penyebab stres pada karyawan dari faktor lingkungan yaitu
    ketidakpastian ekonomi, teknologi dan politis. Seperti halnya ekonomi yang
    memburuk menyebabkan rasa cemas akan kelangsungan pekerjaan karyawan
    sehingga berdampak pada psikologis karyawan. Kondisi lingkungan kerja
    juga dipengaruhi oleh suhu ruang operasi yang rendah dan memiliki
    kelembapan yang tinggi dengan ventilasi AC sentral, cahaya ruangan yang
    sangat terang, asap elektrocauter yang berbau tidak sedap sehingga membuat
    perawat bedah tidak nyaman.
  2. Faktor Organisasi dan Sosial
    Dalam faktor organisasi penyebab stres adalah beban kerja yang
    berlebihan, tekanan atas tuntutan tugas yang diberikan dalam waktu yang
    singkat tanpa adanya kesalahan secara signifikan dapat mempengaruhi
    keadaan psikologis perawat. Selain itu adanya hirarki atau senioritas dalam
    tim bedah, rekan kerja yang tidak menyenangkan dan tidak peka juga dapat
    membuat situasi menjadi tegang, menjadi faktor stress dalam segi sosial.
  3. Faktor Individu
    Berbagai faktor dapat menyebabkan stres, seperti masalah yang
    terdapat dalam keluarga, masalah ekonomi, masalah karakter dan kepribadian
    seseorang yang melekat padanya. Selain faktor di atas, beberapa faktor
    individual yang lain diantaranya :
    1). Usia
    Menurut Depkes RI (2003) dalam Asih (2018) menyebutkan
    bahwa usia produktif adalah antara 18-40 tahun. Semakin tua usia
    seseorang, semakin kecil kemungkinan keluar dari pekerjaan. Faber
    dalam artikel Jacinta F. Rini (2002) menyatakan tenaga kerja < 40 tahun
    paling beresiko terhadap gangguan yang berhubungan dengan stres. Hal
    ini disebabkan karena pekerja berumur muda dipengaruhi oleh harapan
    yang tidak realistis jika dibanding dengan mereka yang lebih tua.
    2). Masa Kerja
    Masa kerja adalah jangka waktu orang bekerja dari pertama mulai
    masuk hingga sekarang masih bekerja. Masa kerja yang rentan terhadap
    penyakit akibat kerja adalah pekerja yang masa kerjanya antara 2-6 tahun
    (Maydinar, 2020).
    3). Kondisi Kesehatan
    Kondisi sehat dapat diartikan tidak menderita salah satu atau
    lebih dari penyakit yaitu tidak memiliki gangguan kesehatan seperti
    tekanan darah tinggi sakit kepala, nyeri punggung dan leher, karena
    seseorang yang sedang menderita sakit akan mudah terpengaruh oleh
    efek lingkungan (Sartono, 2002 dalam Barus, 2021).
    4). Jenis Kelamin
    Menurut sebuah penelitian oleh Ansori dan Martina (2017) jenis
    kelamin memiliki korelasi hubungan cukup kuat terhadap timbulnya
    stress kerja. Hasil penelitian menunjukkan perempuan memiliki
    persentasi lebih besar terhadap stress disbanding laki – laki. Perempuan
    memiliki kecendrungan cepat lelah sehingga stress kerja lebih banyak
    dialami perempuan. Selain itu, stress kerja juga dipengaruhi dengan
    adanya siklus haid pada wanita yang dapat memengaruhi kondisi
    emosionalnya