Dimensi iklim sekolah dikembangkan atas dasar dimensi umum yang
dikemukakan oleh Moos dan Arter (dalam Hadiyanto, 2004), yaitu dimensi
hubungan (relationship), dimensi pertumbuhan / perkembangan pribadi
(personal growth/development) dan dimensi perubahan dan perbaikan sistem
(system maintenance and change), dan dimensi lingkungan fisik . Disamping
itu, Arter menambahkan satu dimensi lagi dalam rangka melengkapi dimensi-
dimensi yang telah dikemukakan oleh Moos, yaitu dimensi lingkungan fisik
(physical environment).
Secara berturut-turut keempat dimensi tersebut dapat dijelaskan sebagai
berikut :
a. Dimensi Hubungan
Dimensi hubungan mengukur sejauh mana keterlibatan personalia yang
ada disekolah seperti kepala sekolah, guru, dan peserta didik, saling
mendukung dan membantu, dan sejauh mana mereka dapat
mengekspresikan kemampuan mereka secara bebas dan terbuka.
b. Dimensi pertumbuhan atau perkembangan pribadi
Dimensi pertumbuhan pribadi yang disebut juga dimensi yang berorientasi
pada tujuan utama sekolah dalam mendukung pertumbuhan atau
perkembangan pribadi dan motivasi diri guru untuk tumbuh dan
berkembang.
c. Dimensi perubahan dan perbaikan sistem
Dimensi ini membicarakan sejauh mana iklim sekolah mendukung
harapan, memperbaiki kontrol dan merespon perubahan.
d. Dimensi lingkungan fisik
Dimensi ini membicarakan sejauh mana lingkungan fisik seperti fasilitas
sekolah dapat mendukung harapan pelaksanaan tugas. Skala yang
termasuk dalam dimensi ini diantaranya adalah kelengkapan sumber dan
kenyamanan lingkungan.
Berdasarkan pendapat Moos dan Arter, ada 4 dimensi mengenai iklim
sekolah, yaitu dimensi hubungan, pertumbuhan/perkembangan pribadi,
dimensi perubahan dan perbaikan sistem dan dimensi kondisi sekolah
