Perkembangan Konsep Loyalitas Pelanggan (5)

Kepuasan dalam era pengalaman

Dalam perkembangan kontemporer, kepuasan pelanggan tidak lagi hanya dikaji sebagai evaluasi terhadap transaksi tunggal. Lemon dan Verhoef (2016) menekankan bahwa pelanggan membentuk pengalaman melalui serangkaian titik kontak (touchpoints) sepanjang customer journey, mulai dari pencarian informasi, komunikasi pemasaran, pembelian, penggunaan, layanan purnajual, penanganan keluhan, hingga interaksi antarpelanggan di media sosial.

Dengan perspektif tersebut, kepuasan bersifat kumulatif. Johnson, Anderson, dan Fornell (1995) membedakan kepuasan transaksional dan kepuasan kumulatif. Kepuasan transaksional berkaitan dengan evaluasi pelanggan terhadap pengalaman layanan tertentu, misalnya satu kali kunjungan ke restoran atau satu transaksi pada aplikasi digital. Sebaliknya, kepuasan kumulatif merupakan evaluasi menyeluruh berdasarkan akumulasi pengalaman pelanggan dalam jangka panjang terhadap suatu merek, organisasi, atau penyedia layanan.

Dalam ekonomi digital, Bhattacherjee (2001) mengadaptasi teori konfirmasi harapan ke dalam konteks keberlanjutan penggunaan sistem informasi. Bhattacherjee (2001) menjelaskan bahwa konfirmasi harapan, persepsi kegunaan, dan kepuasan pengguna berperan dalam membentuk niat untuk terus menggunakan sistem. Pendekatan ini sangat relevan untuk studi mengenai kepuasan pengguna aplikasi mobile banking, fintech, e-commerce, telemedicine, sistem pembelajaran daring, maupun layanan publik digital.

Misalnya, pengguna aplikasi mobile banking akan cenderung puas apabila aplikasi mudah digunakan, transaksi berhasil dengan cepat, sistem stabil, biaya transparan, data pribadi terlindungi, dan masalah diselesaikan dengan responsif. Jika pengalaman aktual tersebut memenuhi atau melebihi harapan awal pengguna, maka kepuasan akan meningkat dan dapat mendorong continuance intention atau niat untuk terus menggunakan aplikasi tersebut.

Sintesis perkembangan konsep

Tahap perkembanganFokus konsepKontribusi utama
Tahap perkembanganFokus konsepKontribusi utama
Pertukaran dan evaluasi kognitifImbalan dibandingkan dengan pengorbanan pelangganHoward dan Sheth (1969)
Harapan sebelum konsumsiHarapan dan usaha memengaruhi evaluasi pascapembelianCardozo (1965)
Diskonfirmasi harapanKepuasan berasal dari perbandingan harapan dan kinerja aktualOliver (1980)
Kinerja, nilai, dan diskonfirmasiKepuasan dipengaruhi kinerja, harapan, nilai, serta perbedaan harapan–kinerjaChurchill dan Surprenant (1982); Tse dan Wilton (1988)
Respons emosionalKepuasan mencakup perasaan atau respons afektif atas pengalaman konsumsiWestbrook dan Reilly (1983)
Pemenuhan konsumsiKepuasan sebagai respons terhadap pemenuhan yang menyenangkanOliver (1997)
Kinerja pasar dan loyalitasKepuasan dipengaruhi kualitas, nilai, dan harapan; berdampak pada keluhan serta loyalitasFornell (1992); Fornell et al. (1996)
Kepuasan kumulatifKepuasan dibentuk oleh akumulasi pengalaman pelangganJohnson et al. (1995)
Customer journey dan digitalKepuasan dibentuk sepanjang titik kontak fisik maupun digital dan memengaruhi keberlanjutan penggunaanBhattacherjee (2001); Lemon dan Verhoef (2016)