Fungsi Disiplin Kerja


Tujuan organisasi, karyawan, dan masyarakat hanya dapat dicapai dengan
disiplin kerja. Indikator disiplin kerja, seperti tujuan dan kemampuan, teladan
kepemimpinan, penghargaan, keadilan, akuntabilitas, sanksi, ketegasan,
hubungan antarmanusia, ketepatan waktu, penggunaan peralatan kantor,
tanggung jawab yang tinggi, kepatuhan terhadap peraturan kantor, disiplin
waktu, disiplin aturan, dan disiplin tanggung jawab, dapat membantu perusahaan
mencapai tujuan mereka. Afandi (2020) menyatakan bahwa disiplin kerja suatu
organisasi memiliki tujuan-tujuan berikut:

Sanksi atau hukuman bagi yang melanggar disiplin
Tahapan untuk membuat pegawai menjadi disiplin tidak mudah, karena akan
ditemui satu atau dua pegawai yang melanggar. Untuk meminimasilir atau
bahkan mencegah pegawai melanggar aturan, maka dibuatlah peraturan beserta
sanksi apabila melanggarnya. Sanksi, hukuman atau ancaman menjadi
dorongan yang kuat untuk pgawai mentaati peraturan.

Membangun kehidupan sosial suatu organisasi
Disiplin digunakan untuk mengendalikan interaksi sosial, baik dalam
kelompok maupun masyarakat luas. Hubungan interpersonal yang positif
dipupuk oleh disiplin yang baik.

Membangun dan melatih kepribadian yang baik
Apabila budaya organisasi memiliki disiplin yang baik maka akan membentuk
kepribadian pegawai. Seperti suasana lingkungan organisasi yang kondusif
tentu saja akan memengaruhi kenyamanan pegawai saat bekerja dan sangat
membantu dalam membentuk kepribadian pegawai yang baik.

Pemaksaan untuk mengikuti peraturan organisasi
Organisasi membuat peraturan dan memaksa para pegawainya untuk mentaati.
Tahapan pemaksaan kemudian pembiasaan dan latihan disiplin dapat
menyadarkan arti penting disiplin bagi para pegawai.