Dalam mengukur efektivitas sebuah program, tidak bisa hanya
dilakukan berdasarkan secara sembarangan harus berdasarkan dari
beberapa indikator yang bisa dijadikan sebuah tolak ukur untuk
mengetahui apakah sebuah program/tujuan telah tepat sasaran atau tidak.
Tingkat efektivitas juga dapat dinilai dengan mengevaluasi kinerja
program berdasarkan dari hasil nyata yang telah dicapai. Namun, jika hasil
program tersebut tidak akurat dan menyebabkan tujuan tidak terpenuhi,
maka dengan demikian dapat dikatakan program tersebut tidak efektif.
Dalam mengukur suatu efektifitas diperlukan beberapa pendekatanpendekatan yang diperlukan yang berfungsi sebagai dasar dari pengukuran
efektifitas.
Secara eksplisit, Robbin yang dikutip Indrawijaya (2010, 177),
menjelaskan ada empat pendekatan dalam memandang efektivitas suatu
organisasi, yaitu sebagai berikut:
a. Pendekatan pencapaian tujuan (goals attainment apparoach).
Pedekatan yang memandang bahwa keefektifan suatu organisasi harus
dinilai sehubungan dengan pencapaian tujuan (ends), dan
keseimbangan caranya (means).
b. Pendekatan sistem (system approach). Pendekatan guna meningkatkan
eksistensi suatu organisasi, sehingga yang perlu diperhatikan dalam
pendekatan ini yaitu SDM, struktural organisasi serta pemanfaatan
teknologi
c. Pendekatan konstituensi-strategi (stratefic-constituencies approach).
Pada pendekatan ini, agar suatu organisasi dapat melangsungkan
kehidupannya, maka diperlukan dukungan terus menerus
d. Pendekatan yang nilai-nilai yang bersaing (competing value approach).
Pendekatan ini adalah gabungan dari ketiga pendekatan diatas, masingmasing didasarkan pada suatu kelompok nilai
Sedangkan, Etzioni yang dikutip oleh Indrawijaya (2010, 187), juga
mengungkapkan mengenai pendekatan pengukuran efektivitas organisasi
yang di sebut SYSTEM MODEL yang terdiri dari empat kriteria, yaitu
adaptasi, integrasi, motivasi dan produksi.
a. Adaptasi
Adaptasi mempersoalkan kemampuan organisasi untuk
menyelaraskan diri dengan lingkungannya.
b. Integrasi
Integrasi merupakan pendekatan yang mengukur tingkat efektivitas
terhadap tingkat kemampuan organisasi dalam melakukan
sosialisasi, mengembangkan konsensus serta berbagai bentuk
komunikasi lainnya.
c. Motivasi
Motivasi merupakan pendekatan yang mengukur tingkat efektivitas
mengenai kelengkapan sarana dalam pelaksanaan tupoksi, serta
hubungan perilaku organisasi dengan organisasinya.
d. Produksi
Pendekatan yang mengukur tingkat efektivitas dengan
dihubungkannya dengan intensitas kegiatan suatu organisasi serta
jumlah dan mutu keluaran suatu organisasi.
