Faktor-faktor dalam peningkatan Kinerja karyawan menurut Mangkunegara
(2007:67) yang merumuskan bahwa :
- Human performance = ability + motivation
- Motivation = attitude + situation
- Ability = knowladge + skill
1). Faktor Kemampuan Secara psikologis, kemampuan (ability) pegawai terdiri dari
kemampuan potensi (IQ) dan kemampuan realiti (knowladge+skill) artinya
pegawai yang memiliki IQ di atas rata – rata ( IQ 110-120) dengan pendidikan yang
memadai untuk jabatannya dan terampil dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari,
maka ia akan lebih mudah mencapai kinerja yang diharapkan. Oleh karena itu
pegawai perlu ditetapkan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahlian (the right
man on the right place, the right man on the the right job).
2). Faktor Motivasi Motivasi terbentuk dari sikap (attitude) seseorang pegawai dalam
menghadapi situasi (situation) kerja, sikap mental seorang pegawai harus sikap
mental yang siap secara psikologis artinya seorang pegawai harus siap mental,
mampu secara fisik, memahami tujuan utama dan target kerja yang akan dicapai
mampu memanfaatkan dan menciptakan situasi kerja. Menurut pendapat Clelland
yang dikutip oleh Mangkunegara (2007:68) bahwa “ Ada hubungan yang positif
antara motif yang berprestasi dengan pencapaian kinerja”
Motif berprestasi adalah dorongan dalam diri pegawai untuk melakukan
suatu kegiatan atau tugas dengan sebaik-baiknya agar mampu mencapai prestasi
kerja (kinerja) yang predikat terpuji. Berdasarkan pendapat Clelland tersebut,
karyawan akan mampu mencapai kinerja maksimal jika ia memiliki motif
berprestasi tinggi. Motif berprestasi yang 15 perlu dimiliki karyawan harus
ditumbuhkan dari dalam diri sendiri selain dari lingkungan kerja. Hal ini karena
motif berprestasi yang ditumbuhkan dalam diri sendiri akan membentuk suatu
kekuatan diri dan jika situasi lingkungan kerja ikut menunjang maka mencapai
tujuan yang akan lebih mudah
